Menu

Mode Gelap
 

Headline · 20 Agu 2024 21:27 WIB

Peristiwa Pengeroyokan Terduga Pencuri di Bawen, Polisi Tahan Tujuh Warga


					Peristiwa Pengeroyokan Terduga Pencuri di Bawen, Polisi Tahan Tujuh Warga Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Insiden pengeroyokan terhadap seorang terduga pencuri bernama Riyanto terjadi di Dusun Secang, Desa Samban, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang pada Minggu (11/8/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.

Pihak kepolisian kini telah menahan tujuh warga setempat yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kepala Desa Samban, Maduri, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan bahwa lokasi kejadian berada dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kejadian ini berlangsung di samping rumah saya, tepatnya di Dusun Secang. Rincian kronologi sudah dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh pihak berwenang. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat untuk mengurus kasus ini,” kata Maduri di kantornya, Selasa (20/8/2024).

Salah satu warga Dusun Secang, RT 03 RW 01, Yuni, turut memberikan keterangan terkait peristiwa itu. Ia menyatakan bahwa kejadian terjadi di area kosong yang terletak antara rumah Kepala Desa dan pendopo desa sekitar pukul 09.00 WIB, bertepatan dengan kegiatan lomba yang tengah berlangsung.

“Saya sempat mendengar keramaian di sekitar rumah Pak Kades, tapi awalnya mengira hanya acara biasa. Setelah bertanya, baru saya tahu ada dugaan pencuri yang tertangkap,” ungkap Yuni saat ditemui di kediamannya.

Menurut Yuni, pelaku awalnya diamankan oleh beberapa penghuni kos. Setelah itu, pelaku dibawa ke rumah Kepala Desa untuk diinterogasi lebih lanjut.

Kapolres Semarang, AKBP Ike Yulianto, melalui Kasi Humas AKP Pri Handayani, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa Riyanto, pria berusia 45 tahun asal Temanggung, merupakan terduga pelaku yang kemudian menjadi korban pengeroyokan.

“Kejadian bermula ketika Riyanto diduga memasuki sebuah rumah tanpa izin, membuat pemilik rumah, Ibu Chomsatun (58), panik dan berteriak minta tolong,” ujar AKP Pri Handayani saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar, yang kemudian berkumpul dan melakukan pengeroyokan terhadap Riyanto.

Korban yang mengalami luka parah segera dilarikan ke Rumah Sakit At-Tin Bawen untuk mendapatkan perawatan. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi mengamankan tujuh tersangka yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut. Para tersangka yang semuanya merupakan warga Desa Samban di antaranya MB (37 tahun), AS (41 tahun), SH (45 tahun), M (43 tahun), Z (42 tahun), AC (35 tahun), dan BS (35 tahun). (di)

Artikel ini telah dibaca 168 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Putri Wagub Jateng Ukir Prestasi, Raih Juara Robotik Nasional 2026

26 April 2026 - 18:31 WIB

Wagub Jateng Dorong Kolaborasi dengan Rifa’iyah untuk Perkuat UMKM, Pendidikan, dan Dakwah

26 April 2026 - 17:26 WIB

PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

26 April 2026 - 17:07 WIB

Stop Hoaks! Gubernur Luthfi Serukan Masyarakat Aktif Cek Fakta di Era Digital

26 April 2026 - 16:52 WIB

Humas PSHT Se-Soloraya Digembleng di Surakarta, Perkuat Literasi Media dan Citra Organisasi

26 April 2026 - 15:17 WIB

Gubernur Luthfi Gagas Kontes Sapi Perah untuk Genjot Produksi Susu Jateng

26 April 2026 - 14:40 WIB

Trending di Daerah