SEMARANG | Kabarjateng.id – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah berhasil menemukan seorang pelajar perempuan berinisial ALX yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Pelajar berusia di bawah 17 tahun itu ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (9/10/2026).
Saat ditemukan, ALX dalam keadaan aman dan sehat. Setelah menjalani klarifikasi di kantor Ditressiber Polda Jateng, ia kemudian diserahkan kembali kepada orang tuanya.
Kasus kehilangan tersebut bermula dari laporan ibu korban, Sunarti, melalui SPKT Polsek Banyumanik, Polrestabes Semarang, pada 22 September 2026.
Keluarga kemudian mendatangi kantor Ditressiber Polda Jateng pada Kamis (8/10/2026) untuk meminta bantuan pencarian.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan menginstruksikan anggotanya melakukan penyelidikan guna mengetahui keberadaan ALX.
Pada Jumat (9/10/2026), petugas menelusuri sejumlah informasi, termasuk informasi yang beredar di media sosial.
Sekitar pukul 11.00 WIB, tim memperoleh petunjuk mengenai keberadaan ALX di sebuah rumah kontrakan di kawasan Krapyak, Semarang Barat.
Petugas kemudian mendatangi lokasi dan menemukan ALX dalam kondisi sehat. Ia selanjutnya dibawa ke kantor Ditressiber Polda Jateng untuk dimintai keterangan mengenai kepergiannya dari rumah.
“Setelah proses klarifikasi selesai, petugas menghubungi pihak keluarga. Sekitar pukul 13.30 WIB, ALX diserahkan kembali kepada orang tuanya dalam keadaan aman dan sehat,” jelas Wahyu.
Dari hasil klarifikasi, diketahui bahwa ALX pergi atas keinginannya sendiri karena ingin hidup mandiri dan mencari pekerjaan.
Keinginan tersebut membuatnya meninggalkan rumah tanpa berpamitan kepada orang tuanya dan tinggal di tempat kos di wilayah Krapyak.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Yuliyanto mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membangun komunikasi yang baik dengan anak.
Ia meminta orang tua memberikan perhatian, membuka ruang dialog, serta bersedia mendengarkan aspirasi anak agar persoalan yang dihadapi dapat dibicarakan dan diselesaikan secara bijaksana.
“Kedekatan emosional antara orang tua dan anak sangat penting. Anak perlu merasa nyaman untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat,” ujar Yuliyanto.
Kabid Humas juga mengimbau masyarakat segera melapor ke kantor kepolisian terdekat apabila ada anggota keluarga yang hilang atau tidak diketahui keberadaannya.
Laporan sedini mungkin diharapkan membantu petugas melakukan penelusuran dan mengambil langkah yang diperlukan.
Polda Jawa Tengah menyatakan akan terus memberikan pelayanan kepolisian secara responsif, profesional, dan humanis dalam menindaklanjuti laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Polri yang hadir bersama masyarakat. (dkp)






