BOYOLALI | Kabarjateng.id – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Dukuh Glinggang, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Sabtu (19/9/2026) pagi.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 07.00 WIB. Seorang warga melihat asap mengepul dari rumah yang kemudian diketahui milik salah seorang warga setempat.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung meminta bantuan masyarakat sekitar.
Informasi kebakaran selanjutnya diteruskan kepada Polsek Kemusu, Polres Boyolali.
Berdasarkan pemeriksaan awal, sebelum api muncul, pemilik rumah sempat memasak air menggunakan kayu bakar sekitar pukul 06.30 WIB.
Usai memasak, pemilik rumah meninggalkan kediamannya untuk mengikuti kegiatan kerja bakti di rumah tetangga.
Saat rumah ditinggalkan, sumber api diduga masih belum sepenuhnya padam.
Bangunan rumah berukuran sekitar 9 x 12 meter tersebut sebagian besar menggunakan material kayu.
Api dengan cepat membesar dan melalap bagian bangunan beserta sejumlah barang di dalamnya.
Kebakaran juga berdampak pada lima ekor kambing yang berada di sekitar rumah.
Perabot rumah tangga serta sejumlah barang berharga milik korban turut terdampak dalam kejadian tersebut.
Menerima laporan, personel Polsek Kemusu langsung menuju lokasi.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan pemadam kebakaran untuk menangani situasi sekaligus memastikan api tidak kembali meluas.
Polisi juga melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta mendata kerugian yang dialami pemilik rumah.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih, S.H., mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus memastikan kondisi lokasi tetap aman.
“Petugas sudah melakukan penanganan di lokasi dan pemeriksaan awal. Dari keterangan yang diperoleh, kebakaran diduga berkaitan dengan penggunaan kayu bakar yang ditinggalkan saat masih digunakan,” kata Winarsih.
Polres Boyolali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan rumah ketika masih terdapat sumber api.
Tungku, kompor, maupun peralatan lain yang menghasilkan panas harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Kewaspadaan tersebut penting untuk mencegah kebakaran, terutama saat menggunakan kayu bakar atau sumber api terbuka di dalam maupun sekitar rumah. (ar)






