SEMARANG | Kabarjateng.id — Suasana di sebuah SPBU Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mendadak memanas pada Selasa (15/9/2026) sore. Keributan melibatkan rombongan anak punk dan sejumlah warga.
Persoalan bermula ketika rombongan tersebut berhenti di SPBU lantaran salah satu sepeda motor mengalami kerusakan.
Saat memperbaiki kendaraan, terjadi cekcok di antara anggota rombongan.
Situasi kemudian mendapat teguran dari seorang pedagang yang berada di sekitar lokasi.
Teguran itu justru membuat salah satu anggota rombongan tersinggung.
Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto SH mengatakan, situasi berkembang hingga terjadi perusakan terhadap gerobak pedagang cilok.
“Rombongan berhenti karena salah satu motor rekannya mogok. Saat mengecek motor, mereka sempat cekcok dan kemudian diperingatkan oleh pedagang,” jelas Budi.
Keributan selanjutnya menarik perhatian warga yang sedang berada di SPBU.
Sejumlah warga berusaha menghentikan perselisihan tersebut.
Namun, menurut kepolisian, situasi kembali memanas dan terjadi aksi pengeroyokan terhadap pedagang bakso dan cilok di lokasi.
Peristiwa itu kemudian beredar di media sosial. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi SPBU untuk mengamankan situasi.
“Setelah menerima laporan keributan, personel Polsek Tengaran langsung mendatangi lokasi. Rombongan kemudian diamankan dan diserahkan kepada Sat Reskrim Polres Semarang,” ujar Budi.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana S.Tr.K., S.I.K., M.H.Li. mengatakan, penyidik selanjutnya memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang terlibat.
Kedua pihak kemudian dipertemukan dalam proses mediasi.
Hasilnya, pemilik usaha cilok Ahmad (40) dan perwakilan rombongan, Sultan (28), sepakat berdamai di hadapan petugas Sat Reskrim Polres Semarang.
Ahmad menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang telah menangani dan memediasi persoalan tersebut.
Ia berharap kejadian itu menjadi bahan evaluasi bersama.
“Terima kasih atas penanganan dan mediasi yang diberikan Polres Semarang. Semoga menjadi pembelajaran bersama,” kata Ahmad.
Sultan juga menyatakan kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi rombongannya.
Ia memastikan anggota rombongan akan lebih menjaga sikap ketika melakukan perjalanan dan berhenti di daerah lain.
Menurutnya, menghormati masyarakat dan menjaga perilaku menjadi hal penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (lim)






