MAKASSAR | Kabarjateng.id – Makam Pangeran Diponegoro di Kota Makassar kembali menjadi tempat penghormatan bagi jajaran Kodam IV/Diponegoro. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., bersama Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny. Nuning Achiruddin, berziarah pada Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kodam IV/Diponegoro.
Ziarah sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap Pangeran Diponegoro yang namanya melekat kuat dalam identitas satuan tersebut.
Bagi keluarga besar Kodam IV/Diponegoro, sosok Pangeran Diponegoro tidak sekadar menjadi bagian dari catatan sejarah.
Perjuangan dan keteguhannya menjadi nilai yang terus diwariskan sebagai inspirasi bagi prajurit dalam melaksanakan tugas.
Pangeran Diponegoro lahir pada 11 November 1785 dan meninggal dunia di Makassar pada 8 Januari 1855.
Ia dikenal sebagai pemimpin perlawanan terhadap kolonial Belanda dalam Perang Jawa yang berlangsung pada 1825 hingga 1830.
Perjuangan tersebut mencerminkan keberanian, keteguhan sikap, serta kesetiaan terhadap prinsip yang diyakininya.
Nilai-nilai itu kemudian menjadi bagian dari semangat yang terus dihidupkan oleh prajurit yang membawa nama Diponegoro.
Kodam IV/Diponegoro sendiri dibentuk pada 5 Oktober 1950.
Komando kewilayahan tersebut memiliki tanggung jawab pembinaan teritorial di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Nama Diponegoro yang digunakan sebagai identitas satuan juga memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian.
Hal itu tercermin dalam sesanti Kodam IV/Diponegoro, “Sirnaning Yakso Katon Gapuraning Ratu.”
Sesanti tersebut mengandung makna tentang lenyapnya berbagai bentuk kejahatan, hawa nafsu buruk, serta rintangan sehingga terbuka jalan menuju kemenangan, kesejahteraan dan kedamaian.
Ziarah ke makam Pangeran Diponegoro di Makassar menjadi momentum untuk mengenang kembali perjalanan perjuangan sang pahlawan nasional.
Bagi prajurit Kodam IV/Diponegoro, penghormatan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar nilai keberanian, keteguhan dan pengabdian tetap menjadi bagian dari pelaksanaan tugas sehari-hari. (lim)






