Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Pameran UMKM Jateng Dikunjungi 15.159 Orang, Transaksi Tembus Rp1,165 Miliar

badge-check


					Pameran UMKM Jateng Dikunjungi 15.159 Orang, Transaksi Tembus Rp1,165 Miliar Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id — Pameran UMKM dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat capaian positif.

Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan tersebut mampu menarik 15.159 pengunjung dengan total transaksi penjualan mencapai sekitar Rp1,165 miliar.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, keberhasilan pameran tidak cukup dilihat dari jumlah pengunjung dan besarnya transaksi.

Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah adanya peningkatan kapasitas pelaku UMKM serta terbukanya akses pasar yang lebih luas.

Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam penutupan Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur Jateng, Sabtu (22/8/2026).

Ia mencontohkan salah satu produk jamu asal Jawa Tengah yang mulai memperluas pasar hingga Malaysia.

Produk tersebut disebut tengah menyiapkan nota kesepahaman atau MoU dengan mitra bisnis dari negara tetangga itu.

Menurut Taj Yasin, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pameran dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan skala usahanya.

Produk yang semula hanya dipasarkan di daerah berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional.

“Yang kita dorong bukan hanya ramai pengunjung, tetapi bagaimana pelaku usaha kecil bisa berkembang menjadi usaha menengah, kemudian naik menjadi usaha besar,” kata Taj Yasin.

Pameran juga diikuti pelaku usaha dari sejumlah daerah di luar Jawa Tengah.

Kehadiran peserta dari wilayah Sumatera dan Kalimantan menjadi salah satu tanda bahwa kegiatan tersebut mulai memiliki daya tarik yang lebih luas.

Taj Yasin berharap penyelenggaraan serupa pada tahun berikutnya tidak hanya mampu meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga mendorong transaksi secara langsung.

Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih besar oleh pelaku UMKM dan masyarakat.

Ia menilai penguatan UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan kemiskinan.

Sektor UMKM, lanjutnya, juga telah menunjukkan daya tahan dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.

Pemprov Jateng dalam kegiatan tersebut turut menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Kolaborasi itu diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM sekaligus membuka peluang peningkatan penjualan.

Capaian transaksi juga mendapat apresiasi.

Berdasarkan laporan penyelenggara, penjualan pada hari pertama berada di kisaran Rp200 juta, kemudian sekitar Rp165 juta pada hari kedua.

Hingga Sabtu sore, transaksi hari ketiga telah mencapai kurang lebih Rp300 juta.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan, pameran tahun ini dikemas menggunakan konsep zonasi tematik.

Pola tersebut dirancang agar pengunjung lebih mudah menikmati berbagai produk sekaligus memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi peserta.

Total terdapat 221 stan yang ikut ambil bagian. Sebanyak 35 stan berada di zona Dekranasda Expo, 50 stan menempati area komersial dan jamu, 110 stan merupakan zona program, 20 stan diisi UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan milik OPD teknis.

Beragam agenda pendukung juga disiapkan selama pameran berlangsung.

Kegiatannya antara lain lomba memasak berbahan ikan untuk siswa SMK, job fair yang menghadirkan 40 perusahaan, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar untuk pelajar SD, pemilihan stan terbaik, pertunjukan musik, serta pemutaran film lawas pada malam hari.

Pada penghujung acara, panitia turut memberikan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta yang mampu menghadirkan kreativitas dan inovasi selama kegiatan berlangsung.

Desy berharap pameran UMKM tersebut tidak berhenti sebagai agenda perayaan hari jadi daerah.

Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu terus dikembangkan menjadi ruang bertemunya pemerintah, pelaku usaha, dunia kerja, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Ia menambahkan, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting agar UMKM Jawa Tengah semakin kompetitif dan mampu memperluas pasar di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Bhabinkamtibmas Bantu Warga Disabilitas Dapatkan Kursi Roda dari PMI Kabupaten Tegal

23 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Ribuan Jamaah Al Khidmah Ath-Thoriqoh Memadati Ponpes Assalafi Al Fitrah Kedinding Surabaya 

23 Agustus 2026 - 11:03 WIB

Dosen Universitas Wahid Hasyim Ikuti Program Internasional ITEC – CCSD di Hyderabad India

23 Agustus 2026 - 10:41 WIB

Dari Koramil untuk Warga Eromoko, Sambungan Listrik Gratis Jadi Kado Kemerdekaan

23 Agustus 2026 - 10:19 WIB

KPK Ingatkan Pemda Jateng-DIY: Celah Korupsi Bisa Tumbuh dari Sebuah Rencana

23 Agustus 2026 - 10:05 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Sorotan, Akademisi Dorong Penghapusan Jalur Mandiri PTN

23 Agustus 2026 - 09:20 WIB

Trending di KABAR JATENG