PURWODADI | kabarjateng.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan keagamaan.
Bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Grobogan, lapas menggelar pengajian yang diikuti warga binaan dengan penuh khidmat dan antusias.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan mental dan spiritual yang rutin dilaksanakan.
Rangkaian acara meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, penyampaian tausiyah, doa bersama, serta motivasi agar warga binaan mampu memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter positif para warga binaan.
Menurutnya, pendekatan spiritual dapat menjadi bekal untuk menumbuhkan kesadaran diri sekaligus memperkuat mental selama menjalani proses pembinaan di dalam lapas.
“Melalui kegiatan keagamaan ini, kami berharap warga binaan mampu melakukan introspeksi, memperbaiki sikap, serta memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke lingkungan masyarakat,” ungkap Erik.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Grobogan yang selama ini terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas Purwodadi.
Senada dengan itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Indra Biantong, menjelaskan bahwa pengajian merupakan salah satu program pembinaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Program tersebut diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus meningkatkan motivasi warga binaan untuk mengikuti seluruh tahapan pembinaan secara optimal.
“Kolaborasi dengan Kemenag Grobogan sangat membantu kami menghadirkan pembinaan keagamaan yang lebih terarah, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga binaan,” ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, Lapas Kelas IIB Purwodadi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berkelanjutan.
Diharapkan, pembinaan spiritual yang diberikan dapat memperkuat karakter serta mempersiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (di)






