BREBES | kabarjateng.id – Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 kembali hadir dengan berbagai inovasi untuk memanjakan pengunjung.
Dua wahana baru, Wahana Dinosaurus dan Perosotan Pelangi, menjadi daya tarik utama dalam pesta rakyat tahunan yang akan berlangsung selama 16 hari, mulai 28 Agustus hingga 12 September 2026, di Lapangan Asri, Bumiayu, Kabupaten Brebes.
Kehadiran kedua wahana tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman rekreasi yang lebih menarik, khususnya bagi keluarga dan anak-anak, sekaligus meningkatkan antusiasme masyarakat untuk berkunjung ke salah satu agenda tahunan terbesar di wilayah selatan Kabupaten Brebes itu.
Ketua Panitia GBF 2026, Edi Riyanto, SH., MH, mengatakan, selain menghadirkan wahana baru, penyelenggaraan tahun ini juga dilengkapi berbagai pembaruan yang dikemas lebih atraktif, baik dari sisi hiburan maupun kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“GBF 2026 kami hadirkan dengan berbagai inovasi. Wahana Dinosaurus dan Perosotan Pelangi menjadi salah satu daya tarik baru yang kami harapkan dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para pengunjung, khususnya keluarga dan anak-anak,” ujar Edi.
Selain dua wahana baru tersebut, berbagai permainan favorit yang selalu menjadi primadona tetap akan meramaikan arena GBF, di antaranya Ombak Banyu, Ontang-Anting, Bianglala, Kora-Kora, serta beragam wahana permainan lainnya.
Tidak hanya menghadirkan hiburan, GBF 2026 juga menjadi ajang promosi produk lokal dan potensi daerah. Panitia telah menyiapkan 214 stan pameran yang akan diisi oleh instansi pemerintah, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perusahaan swasta.
Menurut Edi, stan pameran menjadi bagian penting dari penyelenggaraan GBF karena menjadi ruang bertemunya pelaku usaha dengan masyarakat sekaligus memperluas promosi produk unggulan daerah.
“Selain menjadi ajang hiburan, GBF juga diharapkan mampu mendorong promosi UMKM, pelaku usaha, serta berbagai potensi daerah di wilayah selatan Kabupaten Brebes,” katanya.
Rangkaian kegiatan GBF 2026 juga akan dimeriahkan dengan beragam penampilan seni dan budaya yang digelar setiap sore hingga menjelang hiburan musik di panggung utama.
Sejumlah agenda yang telah disiapkan meliputi parade marching band, fashion show, pentas tari tingkat TK, SD, dan MI, parade qasidah, hingga kompetisi e-sport.
Edi menegaskan, panggung GBF tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan melestarikan seni budaya daerah.
“Kami ingin panggung GBF menjadi milik bersama. Masyarakat, sekolah, komunitas, sanggar seni, hingga berbagai organisasi memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi seni, budaya, dan kreativitas yang dimiliki,” ujarnya.
Edi Riyanto yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kalijurang berharap penyelenggaraan GBF 2026 mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lokal, sekaligus memperkuat promosi potensi wilayah selatan Kabupaten Brebes.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Gebyar Bumiayu Fair 2026. Mari datang bersama keluarga dan meramaikan berbagai kegiatan serta menikmati beragam wahana dan hiburan yang telah kami siapkan,” pungkasnya. (wb)






