Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Buntut Kematian Harimau Putih “Anggun”, Komisi B Desak Transparansi Pengelolaan Semarang Zoo

badge-check


					Buntut Kematian Harimau Putih “Anggun”, Komisi B Desak Transparansi Pengelolaan Semarang Zoo Perbesar

SEMARANG | kabarjateng.id – Kematian harimau putih bernama Anggun yang sebelumnya dikirim ke Medan dalam skema pertukaran satwa menuai sorotan DPRD Kota Semarang. Komisi B mendesak Pemerintah Kota Semarang dan pengelola Semarang Zoo lebih transparan dalam pengelolaan aset, terutama terkait standar operasional dan penanganan kesehatan satwa.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Mararas Apuwara, menilai kematian Anggun menjadi pukulan bagi masyarakat sekaligus alarm untuk memperbaiki tata kelola kebun binatang milik pemerintah tersebut.

“Pengelola Semarang Zoo harus transparan terkait SOP dan penanganan medis satwa di sana seperti apa,” kata Mararas, belum lama ini.

Politikus Partai Golkar itu menegaskan pengelolaan satwa, mulai dari pencegahan penyakit hingga penanganan medis saat satwa sakit, harus dilakukan secara profesional. Ia juga meminta pengelola tidak hanya melempar tanggung jawab kepada Pemkot.

Komisi B, lanjut Mararas, akan mengusulkan rapat dengar pendapat guna mengungkap penyebab pasti kematian Anggun dan mengevaluasi sistem pengelolaan Semarang Zoo.

“Saya akan usulkan adanya rapat dengar pendapat agar keterangan diberikan secara terbuka untuk menemukan akar masalah,” ujarnya.

Terkait rencana pengelolaan Semarang Zoo bersama pihak ketiga, Mararas meminta DPRD dilibatkan sejak awal karena aset tersebut merupakan milik Pemkot Semarang.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo, menyatakan revitalisasi Semarang Zoo sebenarnya telah masuk dalam Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal senilai sekitar Rp96 miliar. Namun, program tersebut belum berjalan setelah adanya perubahan kebijakan pascapergantian kepala daerah.

Menurutnya, revitalisasi diperlukan agar Semarang Zoo tetap layak sebagai destinasi wisata sekaligus lembaga konservasi.

“Kalau mau tetap dipertahankan, Semarang Zoo memang harus direvitalisasi karena berbagai kondisinya sudah kurang layak menjadi perhatian masyarakat,” katanya.

Joko menambahkan, kebun binatang tidak bisa dinilai semata dari sisi untung dan rugi, melainkan memiliki fungsi konservasi dan edukasi bagi generasi mendatang. Ia mendukung keterlibatan pihak ketiga dalam pengembangan Semarang Zoo, namun meminta prosesnya segera direalisasikan agar persoalan pengelolaan satwa tidak terus berlarut.

Dalam konsep revitalisasi, perbaikan tidak hanya menyasar kandang satwa, tetapi juga penataan kawasan untuk meningkatkan daya tarik Semarang Zoo bagi masyarakat.(day)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Razia Gabungan Digelar, Lapas Semarang Sasar Barang Terlarang di Blok Hunian

16 September 2026 - 00:44 WIB

Taj Yasin Dorong Rumah Sakit Pemerintah-Swasta Bersinergi Kembangkan Medical Tourism

15 September 2026 - 15:15 WIB

Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris di MTQ Nasional, Peserta Harus Berpindah Tiga Bahasa

15 September 2026 - 15:05 WIB

MTQ Nasional Dongkrak UMKM, Transaksi Pameran Serambi Nusantara Hampir Rp500 Juta Sehari

15 September 2026 - 10:08 WIB

Dari Semarang, MTQ Nasional XXXI Bawa Pesan Perdamaian dan Toleransi

15 September 2026 - 09:56 WIB

Lukman Muhajir Dorong IGI Jateng Perkuat Advokasi dan Edukasi Hukum

14 September 2026 - 13:44 WIB

Trending di KABAR JATENG