BANYUMAS | kabarjateng.id – Sebanyak 231 calon Bintara Polri resmi memulai Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Tengah, Kabupaten Banyumas.
Pembukaan pendidikan dipimpin langsung oleh Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol. Latif Usman, pada Senin (20/7/2026).
Peserta didik terdiri atas 160 siswa dari Polda Jawa Tengah dan 71 siswa dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selama lima bulan ke depan, mereka akan menjalani pendidikan untuk dipersiapkan menjadi personel Polri yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri pejabat utama Polda Jateng, Kepala SPN Polda Jateng, unsur Forkopimda Kabupaten Banyumas, para Kapolres jajaran Polda Jateng, serta tamu undangan lainnya.
Dalam amanat Kapolri yang dibacakannya, Brigjen Pol. Latif Usman menegaskan bahwa pendidikan pembentukan Bintara SPKT merupakan bagian dari strategi Polri dalam mencetak sumber daya manusia yang siap mendukung pelayanan kepolisian di seluruh Indonesia.
Secara nasional, program pendidikan ini diikuti 4.799 peserta didik, yang terdiri atas 709 polisi wanita di Sepolwan Lemdiklat Polri dan 4.090 polisi laki-laki di 31 SPN Polda.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya bertujuan mengubah status peserta menjadi anggota Polri, tetapi juga membentuk kemampuan, karakter, mental, disiplin, dan budaya kerja yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Wakapolda juga mengingatkan seluruh siswa agar menjalani setiap tahapan pendidikan dengan disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar yang tinggi.
Ia menilai keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, melainkan juga oleh integritas, kedisiplinan, serta kemampuan bekerja sama.
Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga kekompakan, menghormati para pendidik, serta menjadikan setiap tantangan selama pendidikan sebagai proses pembentukan karakter dan ketangguhan.
“Jangan hanya berorientasi menjadi peserta didik yang lulus, tetapi jadilah lulusan yang benar-benar siap mengabdi kepada masyarakat, profesional dalam bertugas, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap Polri,” pesannya.
Sebagai tanda dimulainya pendidikan, Wakapolda menyematkan tanda pengasuh dan pangkat siswa kepada perwakilan peserta didik.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menyampaikan bahwa Diktukba menjadi tahapan penting dalam mencetak Bintara Polri yang unggul, adaptif, dan memiliki jiwa pelayanan.
Menurutnya, para siswa tidak hanya dibekali kemampuan teknis kepolisian, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai integritas, empati, disiplin, serta komitmen untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat secara profesional.
Dengan bekal tersebut, diharapkan para lulusan nantinya mampu menjalankan tugas secara optimal sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. (ajp)






