Menu

Mode Gelap
 

Kabar Sukoharjo

Luthfi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan

badge-check


					Luthfi Tunjuk Eko Sapto Purnomo sebagai Plt Bupati Sukoharjo, Pelayanan Publik Dipastikan Tetap Berjalan Perbesar

SEMARANG | kabarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menunjuk Wakil Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo.

Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di tengah proses hukum yang menimpa Bupati Sukoharjo.

Luthfi menegaskan, tidak boleh terjadi kekosongan kepemimpinan di daerah karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berlangsung tanpa hambatan.

Menurutnya, penunjukan Plt telah dilakukan sejak sehari sebelumnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelaksana tugas sudah kami tunjuk sejak kemarin. Tidak boleh ada kekosongan jabatan. Prinsipnya, jika ada proses penegakan hukum oleh KPK maupun aparat penegak hukum lainnya di kabupaten atau kota, pelayanan publik harus tetap berjalan,” ujar Luthfi usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Pemantauan Lapangan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah serta Pengelolaan Sampah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, jabatan Plt diberikan kepada wakil kepala daerah sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, seluruh tugas pemerintahan, pelayanan publik, dan program pembangunan dapat terus dilaksanakan tanpa kendala.

Selain memastikan keberlangsungan pemerintahan, Luthfi kembali mengingatkan seluruh kepala daerah di Jawa Tengah agar menjaga integritas serta mematuhi aturan hukum dalam menjalankan amanah sebagai pejabat publik.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berulang kali melakukan langkah pencegahan tindak pidana korupsi melalui pembinaan, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), hingga pakta integritas bersama para bupati dan wali kota.

“Kami terus mengingatkan. Jika seluruh komitmen sudah dibuat, mulai dari MoU hingga pakta integritas, tetapi masih ada yang melanggar, maka konsekuensinya menjadi tanggung jawab pribadi,” tegasnya.

Luthfi juga menyatakan menghormati proses hukum yang sedang dijalankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap individu tidak boleh menghambat jalannya pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Apabila berdasarkan bukti permulaan yang cukup seseorang diduga melakukan tindak pidana, maka proses hukum yang dilakukan KPK harus dihormati. Tanggung jawab tetap melekat pada yang bersangkutan, sementara pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (ajp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Wagub Taj Yasin Dorong Kerja Sama Pesantren Jateng-Malaka, Fokus Pertukaran Santri dan Guru

14 Juli 2026 - 09:01 WIB

Polres Kendal Bersama Warga Tanam 700 Bibit Pohon, Wujudkan Desa Tunggulsari Lebih Hijau

14 Juli 2026 - 08:54 WIB

Kapolri dan Jaksa Agung Tegaskan Sinergi Tetap Solid, Bantah Isu Keretakan Hubungan Polri-Kejagung

14 Juli 2026 - 08:37 WIB

Dandim Boyolali Pimpin RALB Primkop Kartika D-04, Letda Inf Tri Atmoko Resmi Nahkodai Kepengurusan Baru

13 Juli 2026 - 21:11 WIB

Diduga Gunakan Pelat Nomor Tak Sesuai, Truk Pengisi Solar di SPBU Mandiraja Wetan Banjarnegara Jadi Sorotan

13 Juli 2026 - 20:43 WIB

Diduga Dipicu Persoalan Pribadi, Seorang Perempuan di Kudus Ditemukan Terluka di Kamar Hotel

13 Juli 2026 - 20:18 WIB

Trending di Headline