BREBES | Kabarjateng.id – Menyambut 10 Muharram 1448 Hijriah, Takmir Mushola Al Mushlih bersama Jam’iyah Ibu-Ibu Pengajian Dukuh Karang Anggrung RT 04 dan RT 05 RW 02, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim serta doa bersama, Kamis malam (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus mushola, ibu-ibu jam’iyah pengajian, serta warga setempat.
Suasana religius begitu terasa sejak awal acara melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan kalimat-kalimat thayyibah dan doa bersama yang menambah kekhusyukan seluruh jamaah.
Momentum tersebut menjadi wujud nyata perpaduan nilai-nilai keagamaan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong yang hingga kini tetap terpelihara di tengah kehidupan masyarakat Dukuh Karang Anggrung.
Ketua Takmir Mushola Al Mushlih, Rinto, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga, para dermawan, serta panitia yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
“Kami mendoakan semoga Allah SWT membalas seluruh amal kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda, melimpahkan keberkahan rezeki, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan,” ujar Rinto.
Ia menjelaskan, pada peringatan 10 Muharram 1448 kali ini, Takmir Mushola Al Muslih menyalurkan santunan kepada 17 anak yatim piatu yang berada di lingkungan Dukuh Karang Anggrung.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian, kasih sayang, dan perhatian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan.
Rinto berharap kegiatan sosial dan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi dapat terus berkembang menjadi budaya kebersamaan yang mengakar di tengah masyarakat.
“Semoga Mushola Al Muslih semakin makmur, menjadi pusat kegiatan keagamaan, pusat pembinaan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menjadi tempat lahirnya generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT 04, RW 02, M. Aripin, yang juga mewakili Ketua RT 05, menyampaikan apresiasi kepada pengurus Mushola Al Muslih dan Jam’iyah Ibu-Ibu Pengajian atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sarat makna tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menunjukkan semangat gotong royong, kekompakan, dan kebersamaan dalam mendukung suksesnya acara.
“Semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi modal sosial yang sangat berharga untuk terus menjaga kerukunan, persaudaraan, dan keharmonisan masyarakat di Dukuh Karang Anggrung,” katanya.
Menurut Aripin, kegiatan santunan anak yatim merupakan implementasi nyata ajaran Islam yang menanamkan nilai kepedulian sosial, saling berbagi, dan memperhatikan sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Ia menambahkan, momentum Bulan Muharram hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kuatnya rasa persaudaraan, kepedulian sosial, dan kebersamaan antarwarga.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh warga menggelar makan bersama sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan. Berbagai hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing kemudian disajikan secara sederhana untuk dinikmati bersama.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan pun semakin nyata, dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjadi cerminan kuatnya nilai gotong royong yang terus terjaga di lingkungan Dukuh Karang Anggrung. (wb)






