Menu

Mode Gelap
 

Ekonomi & Bisnis · 15 Mei 2026 16:22 WIB

Pegadaian Gadepreneur 2026 di Semarang: 360 UMKM Terpilih Digembleng Naik Kelas hingga Go Digital


					PT Pegadaian kembali menggelar Gadepreneur 2026 di Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM Indonesia. Perbesar

PT Pegadaian kembali menggelar Gadepreneur 2026 di Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM Indonesia.

SEMARANG, Kabarjateng.id – PT Pegadaian kembali menggelar program Gadepreneur 2026 di Kota Semarang dengan melibatkan 360 pelaku UMKM terpilih dari total 4.800 pendaftar nasional guna memperkuat literasi bisnis, memperluas akses pasar, serta mendorong pelaku usaha naik kelas melalui digitalisasi usaha.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aston Inn Semarang, Jumat (15/5) itu disebut menjadi tahun keempat pelaksanaan program Gadepreneur sejak pertama kali dijalankan pada 2023. Peserta yang lolos seleksi berasal dari 12 kantor wilayah Pegadaian di seluruh Indonesia dengan bidang usaha yang beragam mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan hingga usaha kreatif lainnya.

Dalam program tersebut, pelatihan bisnis, penguatan branding, akses pemasaran online dan offline, hingga pembekalan strategi pengelolaan usaha diberikan kepada para pelaku UMKM agar mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi dan persaingan pasar modern.

Deputy Area Semarang PT Pegadaian Kanwil XI Semarang, Anwar Yusuf mengatakan, Gadepreneur 2026 disiapkan untuk membuka peluang pengembangan usaha sekaligus memperluas jaringan pasar bagi UMKM di berbagai sektor usaha.

“Tujuan utama Gadepreneur adalah memberikan pelatihan bisnis bagi para pelaku UMKM, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Peserta berasal dari berbagai bidang usaha seperti kuliner, fashion, craft, dan jenis usaha lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan program terus dilakukan setiap tahun dengan penyesuaian materi pelatihan terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan usaha saat ini sehingga UMKM diharapkan dapat lebih adaptif menghadapi perubahan pasar.

“Materi yang disampaikan tahun ini lebih beragam dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi makro ekonomi. Harapannya, para pelaku UMKM mampu terus berkembang dan naik kelas di masa mendatang,” katanya.

Literasi Bisnis dan Digitalisasi UMKM

Pemimpin Wilayah Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho menjelaskan, program Gadepreneur dirancang untuk memperkuat kemampuan UMKM dalam mengelola usaha secara modern melalui literasi bisnis, standarisasi produk, hingga digitalisasi usaha.

“UMKM perlu dibekali kemampuan pengelolaan keuangan, standarisasi produk, serta digitalisasi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk pabrikan maupun merek besar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penguatan kualitas produk dan adaptasi terhadap ekosistem digital dinilai menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi pemasaran.

“Gadepreneur merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan UMKM dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Antusiasme peserta disebut terus mengalami peningkatan sejak program pertama kali digelar. Jika pada awal pelaksanaan jumlah peserta masih berada di angka ratusan, kini jumlah pendaftar mencapai ribuan dengan 360 peserta berhasil lolos seleksi nasional.

“Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku UMKM memiliki semangat besar untuk terus berkembang dan menjadi pahlawan ekonomi di daerah masing-masing,” tambahnya.

Seleksi Ketat dan Fokus UMKM Padat Karya

Peserta yang dapat mengikuti program Gadepreneur diprioritaskan bagi UMKM padat karya yang memiliki nilai ekonomi signifikan, mampu memberdayakan masyarakat sekitar, serta mempunyai potensi pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Selain itu, skala usaha peserta juga dibatasi dengan nilai produksi atau perputaran usaha maksimal Rp15 miliar agar pembinaan lebih tepat sasaran bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang sedang bertumbuh.

Melalui program tersebut, penguatan pada aspek pemasaran, distribusi, pengelolaan keuangan, hingga strategi branding usaha juga terus didorong agar UMKM mampu memperluas jangkauan pasar secara nasional.

“Program ini masih akan berlanjut dengan sesi kopdar dan rebranding yang nantinya akan diseleksi menjadi 24 pelaku UMKM terbaik. Kami berharap Gadepreneur dapat terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tutur Aries.

Peserta Akui Dapat Wawasan Baru

Salah satu peserta Gadepreneur 2026, Puput Anggraeni mengaku memperoleh banyak wawasan baru terkait strategi pengembangan usaha setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Pemilik usaha kuliner “Es Marem Bu Ning Jaganlan Semarang” yang telah berdiri sejak 1978 itu menyebut motivasi mengikuti program karena ingin meningkatkan penjualan sekaligus memperluas pasar usaha keluarga yang selama ini dijalankan secara turun-temurun.

“Saya mengikuti Gadepreneur karena ingin memajukan usaha, meningkatkan penjualan, dan menaikkan kelas usaha saya,” ujarnya.

Menurut dia, materi mengenai pentingnya menjaga kualitas produk, tekstur makanan, hingga penyesuaian harga menjadi pembelajaran yang paling berkesan selama kegiatan berlangsung.

“Selama ini saya berada di zona nyaman karena usaha ini sudah dikelola keluarga sejak lama. Setelah mengikuti Gadepreneur, saya merasa harus melakukan perubahan, memperbarui kemasan, dan lebih aktif memperkenalkan produk,” katanya.

Ia juga mengapresiasi para mentor yang memberikan pembinaan selama kegiatan berlangsung karena dinilai mampu membuka perspektif baru dalam pengembangan usaha kuliner tradisional.

“Materi dari mentor sangat luar biasa dan membuka wawasan saya. Semoga ilmu yang diberikan bisa saya terapkan untuk mengembangkan usaha ke depan,” ungkapnya.(whs)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

CJIBF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi Hijau, Jateng Siapkan Kawasan Industri Baru

12 Mei 2026 - 08:38 WIB

UMKM Perkuat Investasi Jawa Tengah, Sektor Mikro Sumbang Lebih dari Rp22 Triliun

11 Mei 2026 - 20:25 WIB

Pegadaian Kanwil Jateng-DIY Salurkan Bantuan UMKM Lewat Program Mengetuk Pintu Langit

11 Mei 2026 - 13:39 WIB

Nawal Yasin Dorong UMKM Jateng Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

10 Mei 2026 - 08:45 WIB

Pegadaian Kanwil XI Semarang Tebar Beasiswa “Gold Generation” di SMK Negeri 6 Surakarta, Dorong Siswa Melek Investasi

8 Mei 2026 - 20:09 WIB

PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menyalurkan bantuan pendidikan melalui program “Gold Generation Beasiswa” kepada siswa SMK Negeri 6 Surakarta

Pegadaian Gandeng UNNES, Mahasiswa Diajak Lahirkan Inovasi Investasi dan Layanan Keuangan Modern

7 Mei 2026 - 21:35 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis