BATANG, Kabarjateng.id – Aktivitas judi togel putihan yang diduga beroperasi bebas di kawasan perempatan lampu merah depan Pasar Subah, Kabupaten Batang, menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Lokasinya yang berada tidak jauh dari Kantor Polsek Subah membuat keberadaan lapak tersebut dinilai ironis dan memunculkan tanda tanya besar di tengah warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa malam (18/4/2026), aktivitas perjudian itu terlihat masih berlangsung.
Para pemasang datang silih berganti menuju sebuah ruangan yang diduga sengaja disiapkan sebagai tempat transaksi togel.
Tidak menggunakan kupon resmi, para pemain hanya menuliskan angka taruhan di atas kertas seadanya, yang dikenal masyarakat sebagai togel putihan.
Keberadaan lapak tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan seolah berjalan tanpa hambatan.
Warga sekitar mengaku aktivitas itu bukan lagi hal baru, bahkan sudah menjadi pemandangan yang dianggap biasa.
“Sudah lama, bahkan bisa dibilang sudah tahunan. Aman-aman saja, tidak pernah ada operasi dari kepolisian. Kadang memang sempat tutup beberapa hari, tapi tidak lama kemudian buka lagi,” ujar salah seorang warga yang juga mengetahui aktivitas tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan.
Dalam informasi yang beredar di masyarakat, sosok dengan nama panggilan “Jepang” disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas jalannya aktivitas perjudian itu.
Namun hingga kini belum ada keterangan resmi terkait siapa sebenarnya pengelola lapak tersebut.
Warga berharap aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polsek Subah dan Polres Batang, segera turun tangan untuk menindak tegas praktik perjudian yang dinilai meresahkan itu.
Selain melanggar hukum, keberadaan togel putihan juga dinilai berdampak buruk terhadap lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat.
Masyarakat menilai pembiaran terhadap praktik perjudian dapat memicu persoalan lain, mulai dari meningkatnya utang warga hingga potensi tindak kriminal yang berawal dari kecanduan judi.
Dengan lokasi yang sangat dekat dari kantor kepolisian, publik pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan dilakukan.
Warga berharap aparat tidak menutup mata dan segera melakukan langkah nyata agar wilayah Subah benar-benar bersih dari praktik perjudian ilegal yang meresahkan masyarakat. (bd)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.