TEGAL, Kabarjateng.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) turun langsung ke Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, untuk menjalankan program pengabdian masyarakat terpadu.
Tim LPPM Unhan RI membagikan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana sekaligus memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada pelajar.
Program ini menunjukkan komitmen Unhan RI dalam memperkuat ketahanan nasional melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pendidikan karakter generasi muda.
Tim LPPM Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Tanah Gerak di Padasari
Tim LPPM Unhan RI mendatangi Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak bencana tanah gerak.
Kemudian, Tim menyerahkan paket sembako dan alat bantu jalan kepada warga rentan yang masih tinggal di hunian sementara (huntara).
Sekretaris LPPM Unhan RI, Dr. Sri Murtiana, S.Sos., M.M., CIT, yang mewakili Kepala LPPM Unhan RI, menegaskan bahwa pihaknya hadir langsung di tengah masyarakat untuk menunjukkan kepedulian nyata.
“Kami datang sebagai bagian dari masyarakat yang ikut memikul tanggung jawab sosial. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak,” ujarnya.
Data di lapangan menunjukkan bahwa tanah gerak yang terjadi sejak Februari 2026 merusak ratusan rumah warga di Desa Padasari.
Kondisi tersebut memaksa lebih dari 2.400 warga meninggalkan rumah mereka dan pindah ke tempat pengungsian.
Di sisi lain, warga masih menghadapi ketidakpastian karena tanah terus bergerak dan membuat sebagian wilayah tidak lagi aman untuk dihuni.
LPPM UNHAN RI Bekali Pelajar SMAN 1 Slawi dengan Wawasan Kebangsaan
Selain menyalurkan bantuan, LPPM Unhan RI juga menyelenggarakan kegiatan pembekalan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di SMAN 1 Slawi, Kabupaten Tegal.
Kemudian, ratusan pelajar bersama guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan tersebut di aula sekolah dengan antusias.
Dalam sambutannya, Dr. Sri Murtiana menekankan pentingnya penguatan karakter kebangsaan sejak dini.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital.
“Generasi muda menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Mereka tidak hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga ancaman non-militer seperti hoaks, radikalisme digital, dan pengaruh ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Karena itu, mereka perlu memperkuat pemahaman kebangsaan,” tegasnya.
Materi Bela Negara Disampaikan di Hadapan Siswa
Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., CIT, selaku Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian kepada Masyarakat Unhan RI, menyampaikan materi bela negara kepada para siswa.
Ia menjelaskan bahwa bela negara di era modern menuntut peran aktif generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh sebab itu, ia menekankan sikap kritis terhadap informasi, kepedulian terhadap lingkungan sosial, serta kecintaan terhadap produk dan budaya dalam negeri.
“Bela negara tidak hanya terkait aspek militer. Siswa bisa menerapkannya melalui sikap disiplin, toleransi, serta kemampuan memilah informasi secara bijak,” jelasnya.
Apresiasi dari Sekolah dan Pemerintah Desa
Kepala SMAN 1 Slawi, Masduki, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi LPPM Unhan RI.
Ia menilai kegiatan tersebut memberi dampak positif bagi pembentukan karakter siswa.
“Kegiatan ini membantu siswa memahami nilai-nilai kebangsaan secara lebih mendalam. Mereka juga mendapatkan motivasi untuk menjadi generasi yang lebih bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Padasari, Mashuri, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada warganya.
“Kami mengapresiasi kepedulian LPPM Unhan RI yang turun langsung membantu masyarakat kami di tengah situasi sulit,” katanya.
Perguruan Tinggi Perkuat Peran Sosial di Masyarakat
Melalui kegiatan ini, LPPM Unhan RI menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga bergerak aktif dalam pengabdian kepada masyarakat.
Program terpadu ini diharapkan mampu membantu pemulihan warga terdampak bencana sekaligus membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki semangat bela negara menuju Indonesia Emas 2045. (liem)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.