Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 22 Apr 2026 19:44 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Regional di Banda Aceh, Paparkan Strategi Aglomerasi Jateng


					Ahmad Luthfi Dorong Kolaborasi Regional di Banda Aceh, Paparkan Strategi Aglomerasi Jateng Perbesar

BANDA ACEH, Kabarjateng.idGubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengajak para kepala daerah memperkuat sinergi lintas wilayah untuk mendorong pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan, daerah tidak bisa maju sendiri, tetapi harus bergerak bersama melalui kolaborasi yang solid tanpa sekat kepentingan.

Tekankan Sinergi Tanpa Ego Sektoral

Dalam forum di Gedung AAC Prof. Dr. Dayan Dawood, Ahmad Luthfi memaparkan konsep collaborative government sebagai fondasi pembangunan Jateng.

Ia menyatukan 35 kabupaten/kota dalam satu tim besar dengan visi yang sama.

Ia menekankan, setiap daerah harus saling mendukung dan tumbuh bersama.

Selain itu, Ia juga menilai penghapusan ego sektoral menjadi kunci percepatan pembangunan yang merata.

Aglomerasi Jadi Kunci Pertumbuhan

Selain kolaborasi, Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya pengembangan kawasan berbasis aglomerasi.

Ia menjadikan wilayah Soloraya sebagai contoh dengan melibatkan tujuh daerah dalam satu kesatuan ekonomi.

Melalui ajang Soloraya Great Sale 2025, kawasan tersebut mencatat transaksi hingga Rp10,7 triliun dalam satu bulan.

Capaian itu membuktikan integrasi wilayah mampu meningkatkan daya saing ekonomi.

Kepala Daerah Harus Jadi “Marketing”

Dalam paparannya, Ahmad Luthfi menekankan peran kepala daerah sebagai motor promosi investasi.

Ia mendorong para pemimpin daerah aktif menawarkan potensi wilayah kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Strategi ini mendorong realisasi investasi Jawa Tengah mencapai sekitar Rp88,5 triliun pada 2025.

Ia juga memanfaatkan setiap agenda luar daerah sebagai sarana promosi dengan melibatkan dunia usaha seperti Kadin dan Hipmi.

Perkuat Industri Tanpa Abaikan Ketahanan Pangan

Di sektor tata ruang, ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan kawasan industri dan perlindungan lahan pertanian.

Ia mengembangkan kawasan industri dan ekonomi khusus tanpa mengganggu lahan sawah dilindungi sebagai penopang ketahanan pangan.

Kolaborasi Pendidikan dan Program Sosial

Ia memperluas kolaborasi ke sektor pendidikan dengan menggandeng 111 perguruan tinggi untuk mendukung inovasi berbasis riset.

Di bidang sosial, ia menjalankan berbagai program seperti layanan kesehatan Spesialis Keliling, pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, sekolah gratis, dan bantuan modal usaha.

Untuk menekan pengangguran, ia memperkuat keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui pendekatan link and match.

“Banyak hal yang bisa kita sinergikan, mulai dari kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga pengembangan potensi daerah. Dengan kolaborasi, kita bisa maju bersama,” tegasnya. (liem)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim Batang Dimulai, Dorong Pembangunan Desa Sigayam

22 April 2026 - 21:06 WIB

Kartini Masa Kini Tampil Memukau di Bandara Ahmad Yani Semarang

22 April 2026 - 20:09 WIB

DPU Brebes Tinjau Jembatan Glempang Kalipedes, Siapkan Kajian Teknis Pembangunan Lanjutan

22 April 2026 - 19:54 WIB

Kabaharkam Polri Dorong Pelayanan Humanis dan Kesiapan Personel di Polres Semarang

22 April 2026 - 19:31 WIB

Kemendagri Tinjau Dapur SPPG Klopo Magelang

22 April 2026 - 18:35 WIB

Sertijab Pejabat Kodam IV Diponegoro, Pangdam Tekankan Penguatan Kinerja dan Adaptasi Cepat

22 April 2026 - 18:22 WIB

Trending di Berita TNI