Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 7 Apr 2026 16:18 WIB

Jateng Percepat Swasembada Pangan 2026, Ini Langkah Konkret yang Dijalankan


					Jateng Percepat Swasembada Pangan 2026, Ini Langkah Konkret yang Dijalankan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.idPemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) terus mengakselerasi upaya mencapai swasembada pangan pada 2026.

Strategi dengan basis data dan aksi lapangan mereka jalankan untuk mengejar target produksi sekaligus menjaga stabilitas pasokan.

Kepala Distanak Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut capaian produksi sejumlah komoditas utama pada awal 2026 menunjukkan perkembangan positif, meski masih berada di fase awal musim tanam.

Untuk komoditas padi, target produksi sebesar 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG) telah mencapai 4.169.353 ton hingga April 2026 atau sekitar 39,48 persen.

Produksi jagung menyentuh 984.959 ton dari target 3.700.000 ton atau 26,62 persen.

Sementara kedelai masih berada pada tahap awal dengan capaian 762 ton dari target 52.790 ton atau 1,44 persen.

Di sektor hortikultura, produksi bawang merah mencapai 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45 persen), sedangkan cabai berada di angka 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72 persen).

Kinerja sektor peternakan juga menunjukkan tren meningkat.

Produksi telur mencapai 238.154 ton dari target 917.863 ton (25,95 persen), daging mencapai 311.042 ton dari target 942.497 ton (33 persen), dan susu mencapai 17.928 ton dari target 76.570 ton (23,41 persen).

Surplus Pangan, Tantangan Distribusi Jadi Fokus

Meski capaian masih bertahap, kondisi neraca pangan Jawa Tengah tetap terjaga.

Hingga Maret 2026, neraca beras mencatat surplus sebesar 702.409 ton.

Komoditas daging dan telur juga mencatat surplus sepanjang triwulan pertama tahun ini.

Defransisco menegaskan, tantangan berikutnya ada pada distribusi agar surplus merata dan mampu menjaga harga stabil di pasar.

Program Strategis Dorong Produksi dan Infrastruktur

Untuk mendorong peningkatan produksi, Pemprov Jawa Tengah menggulirkan sejumlah program strategis sepanjang 2026.

Pemerintah menyalurkan bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah true shallot seed (TSS) seluas 25 hektare.

Program juga menyasar komoditas perkebunan seperti tebu seluas 1.010 hektare, kopi 770 hektare, dan kelapa 540 hektare.

Dari sisi infrastruktur, pemerintah memperbaiki 334 paket jaringan irigasi tersier dan membangun 75 paket irigasi perpipaan guna memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Modernisasi pertanian terus mereka perkuat melalui penyaluran alat dan mesin pertanian.

Pemerintah menyediakan 100 unit rice transplanter, 86 unit traktor crawler, 30 unit traktor roda empat, 100 unit pompa air, serta 10 unit combine harvester, termasuk cultivator dan hand tractor.

Perlindungan Petani dan Kesehatan Ternak Mereka Perkuat

Perlindungan petani juga menjadi perhatian.

Program asuransi usaha tani padi mencakup 10.449 hektare lahan, sementara asuransi tembakau menjangkau 10.000 hektare.

Pemerintah juga memberikan subsidi bunga untuk 800 paket pembiayaan petani.

Upaya pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dan peningkatan kesehatan hewan terus mereka gencarkan.

Pemerintah melakukan vaksinasi untuk 100.000 ekor ternak serta memberikan pengobatan bagi 10.000 ekor.

Fokus Keberlanjutan dan Kemitraan Petani

Defransisco menekankan bahwa strategi tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberlanjutan sektor pertanian.

Langkah itu mencakup penguatan luas baku sawah, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian.

Pemerintah juga mengembangkan kemitraan antara petani dan pelaku usaha melalui konsep “petarung sejati” guna menjaga ketersediaan dan distribusi komoditas strategis.

Salah satu implementasinya yaitu penyediaan 450 ton cabai rawit merah untuk mengantisipasi periode off-season pada 2026.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Di tengah tantangan alih fungsi lahan dan penurunan luas baku sawah sebesar 17.114 hektare pada 2025 yang punya potensi menurunkan produksi hingga 191.297 ton, Pemprov Jawa Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor.

Pemerintah menjalin sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, hingga aparat keamanan untuk memastikan produksi dan distribusi berjalan optimal.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen terus mendorong percepatan swasembada pangan 2026 daerah sebagai bagian dari program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kolaborasi menjadi kunci. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis swasembada pangan dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkas Defransisco. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

320 Peserta Ramaikan Turnamen E-Sport MLBB Polres Semarang di Benteng Willem II

26 April 2026 - 23:01 WIB

Putri Wagub Jateng Ukir Prestasi, Raih Juara Robotik Nasional 2026

26 April 2026 - 18:31 WIB

Wagub Jateng Dorong Kolaborasi dengan Rifa’iyah untuk Perkuat UMKM, Pendidikan, dan Dakwah

26 April 2026 - 17:26 WIB

PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

26 April 2026 - 17:07 WIB

Stop Hoaks! Gubernur Luthfi Serukan Masyarakat Aktif Cek Fakta di Era Digital

26 April 2026 - 16:52 WIB

Humas PSHT Se-Soloraya Digembleng di Surakarta, Perkuat Literasi Media dan Citra Organisasi

26 April 2026 - 15:17 WIB

Trending di Daerah