SEMARANG, Kabarjateng.id – Pengelola Kampung Wisata Taman Lele Semarang mencatat jumlah pengunjung menurun selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Meski begitu, penurunan tersebut masih tergolong stabil.
Kepala UPTD Kampung Wisata Taman Lele, Sri Sumiyati, menyebut penurunan berada di kisaran 27 hingga 28 persen dibandingkan tahun lalu.
Ia menilai kondisi ekonomi masyarakat dan cuaca memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.
“Hujan yang turun menjelang momen syawalan cukup memengaruhi. Saat pagi diguyur hujan, biasanya orang memilih menunda perjalanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, hujan yang turun pada Kamis dan Jumat membuat jumlah pengunjung turun cukup tajam.
Selama periode 21 hingga 27 Maret 2026, pengelola mencatat sekitar 5.000 orang berkunjung.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai lebih dari 7.500 orang.
Skema Tarif dan Aturan Usia
Pengelola menetapkan tarif tiket masuk Rp13.000 per orang selama libur Lebaran dan sudah mencakup asuransi.
Di luar periode tersebut, pengelola mematok harga Rp8.000 untuk hari biasa dan Rp10.500 untuk akhir pekan maupun hari libur nasional.
Pengelola menerapkan batas usia bagi pengunjung.
Anak mulai usia dua tahun wajib membeli tiket masuk, sementara untuk wahana kolam renang, pengelola menarik tiket sejak usia satu tahun.
Untuk kolam renang, pengelola menetapkan tarif Rp10.000 untuk semua hari.
Lele Jumbo Jadi Daya Tarik Utama
Taman Lele mengandalkan kolam lele dan kolam renang sebagai daya tarik utama.
Di kawasan sendang, pengunjung dapat melihat puluhan lele berukuran besar dengan bobot mencapai belasan kilogram.
Dalam kondisi normal, jumlah pengunjung harian berkisar puluhan orang.
Saat akhir pekan atau hari libur, jumlah tersebut meningkat hingga ratusan pengunjung dalam sehari.
Promosi Gandeng Komunitas dan Biro Perjalanan
Pengelola terus menggencarkan promosi melalui media sosial dan menggandeng berbagai komunitas, termasuk komunitas hiburan yang rutin menggelar kegiatan setiap Minggu.
Selain itu, pengelola menjalin kerja sama dengan biro perjalanan dari Tegal dan Pemalang.
Rombongan wisata dari luar kota biasanya menjadikan Taman Lele sebagai tujuan awal sebelum melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi lain di Kota Semarang.
Kebersihan dan Dampak ke Pedagang
Pengelola menempatkan kebersihan sebagai prioritas utama.
Pengelola menyediakan tempat sampah di berbagai titik dan mengimbau pengunjung menjaga lingkungan tetap bersih.
Penurunan jumlah pengunjung ikut memengaruhi aktivitas pedagang di kawasan wisata.
Dari 10 kios kuliner yang tersedia, saat ini hanya lima kios yang masih beroperasi.
Pengelola menyewakan kios tersebut dengan tarif Rp500 ribu per bulan.
Pengelola berharap jumlah kunjungan kembali meningkat seiring promosi yang terus berjalan dan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat. (liem)






