Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah · 17 Mar 2026 13:30 WIB

Pemudik Disabilitas Dapat Perhatian Khusus, Wagub Jateng Pastikan Pengantaran hingga Rumah


					Pemudik Disabilitas Dapat Perhatian Khusus, Wagub Jateng Pastikan Pengantaran hingga Rumah Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Suasana haru menyelimuti keberangkatan pemudik gratis di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Senin siang, 16 Maret 2026.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menghentikan langkah saat meninjau salah satu bus peserta mudik.

Di bagian belakang bus, ia mendapati Adelia Adinda Putri (25), pemudik asal Sukoharjo yang mengidap hidrosefalus.

Kondisinya membuat ia tidak mampu duduk maupun berjalan, sehingga ia menjalani perjalanan dengan posisi berbaring.

Panitia menata kursi secara khusus agar Adelia dapat beristirahat dengan nyaman sepanjang perjalanan menuju kampung halaman.

Layanan Khusus Hingga ke Rumah

Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, memberi perhatian langsung terhadap kondisi Adelia.

Ia memastikan seluruh kebutuhan pemudik tersebut terpenuhi selama perjalanan.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya menyediakan fasilitas transportasi, tetapi juga harus menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik hingga tiba di rumah.

“Kami pastikan setelah sampai di Terminal Sukoharjo, kami akan mengantar Adelia menggunakan kendaraan yang sudah kami siapkan hingga ke rumah,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemudik dengan kondisi khusus seperti Adelia perlu mendapat perlakuan istimewa agar perjalanan mudik tetap aman dan manusiawi.

Kisah Haru Sang Ibu

Ibu Adelia, Tutik Dwi (56), mengaku sangat terharu atas perhatian yang panitia berikan.

Perempuan yang telah lama merantau di Bandung itu baru pertama kali mengikuti program mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, sebelumnya ia sempat gagal mengikuti program serupa karena kondisi keluarga yang tidak memungkinkan.

Kesempatan tahun ini datang setelah ia menerima informasi dari paguyuban perantau Jawa Tengah di Bandung.

Bahkan, panitia sempat menawarkan penjemputan menggunakan ambulans dari rumah.

Namun, Tutik memilih berangkat secara mandiri karena ia tidak ingin merepotkan petugas.

Ia merasakan kepedulian tinggi dari panitia selama proses keberangkatan.

Seluruh kebutuhan Adelia mereka penuhi dengan baik, sehingga perjalanan terasa lebih ringan.

“Semua panitia sangat peduli. Mereka memfasilitasi anak saya dengan baik. Saya sangat bersyukur bisa ikut program ini, apalagi tanpa biaya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Panitia Atur Fasilitas Khusus

Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Bandung Raya, Farchan Djuniaji, menyebut kehadiran Adelia menjadi momen berharga bagi timnya untuk meningkatkan pelayanan kemanusiaan.

Panitia menyiapkan berbagai langkah khusus, mulai dari penyediaan ambulans untuk kebutuhan transit hingga pengaturan ulang kursi bus agar lebih nyaman bagi Adelia dan keluarganya.

Mereka menyusun ulang satu baris kursi belakang agar keluarga tersebut dapat menggunakannya selama perjalanan.

Farchan menegaskan, panitia menjadikan pelayanan inklusif sebagai komitmen utama dalam pelaksanaan mudik gratis tahun ini, sehingga seluruh peserta, termasuk penyandang disabilitas, dapat merasakan perjalanan yang aman dan layak. (dkp)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polda Jateng Bongkar Upaya Penyelundupan Sabu ke Lapas Kedungpane, Mertua dan Menantu Jadi Kurir

26 April 2026 - 09:03 WIB

Spektakuler..! Turnamen Sepak Bola Berhadiah Rp 50 Juta, Wurja Cup 2026 Siap Bergulir di Kalijurang Tonjong

26 April 2026 - 05:34 WIB

Debt Collector “Mata Elang” Resahkan Warga, ELBEHA Barometer Desak Penindakan Tegas

25 April 2026 - 19:22 WIB

ADP Perkenalkan Dua Buku Strategis di UIN Walisongo, Dorong Islam Moderat dan Responsif Zaman

25 April 2026 - 19:05 WIB

Rutan Salatiga Sigap Tangani Kesehatan WBP, Rujuk Pasien ke RS DKT Dr. Asmir

25 April 2026 - 18:40 WIB

Berkah Setia Farm Tumbuh Pesat, Jadi Role Model Peternakan Modern di Jateng

25 April 2026 - 16:39 WIB

Trending di Daerah