Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Wagub Jateng Taj Yasin Dukung Program Penguatan Gizi dan Literasi Al-Qur’an bagi Santri

badge-check


					Wagub Jateng Taj Yasin Dukung Program Penguatan Gizi dan Literasi Al-Qur’an bagi Santri Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemprov Jateng memberikan dukungan penuh terhadap program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri (AGUS) yang digagas PBNU.

Program tersebut menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas santri, baik dari aspek pendidikan Al-Qur’an maupun pemenuhan gizi.

Wagub Taj Yasin menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri peluncuran program AGUS di Ponpes Al Uswah, Kecamatan Gunungpati, Minggu (8/3).

Menurutnya, program AGUS sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pesantren.

Selain meningkatkan literasi Al-Qur’an, program ini juga mendorong pemenuhan gizi bagi para santri.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi PBNU beserta seluruh jaringan Nahdlatul Ulama yang mendorong penguatan pembelajaran Al-Qur’an melalui distribusi mushaf sekaligus mendukung pemenuhan makanan bergizi bagi para santri,” ujar Taj Yasin.

Pemprov Jateng Perkuat Dukungan untuk Penghafal Al-Qur’an

Taj Yasin menambahkan, Pemprov Jateng terus memberi perhatian terhadap pendidikan Al-Qur’an.

Pemerintah provinsi memberikan tali asih kepada para penghafal Al-Qur’an sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi generasi muda.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an serta mendorong mereka mempelajari, menghafal, dan mengamalkan ajarannya.

“Melalui distribusi mushaf Al-Qur’an ini, kami berharap semakin banyak santri yang terdorong untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an,” katanya.

Program AGUS Salurkan Mushaf dan Bantuan Gizi

Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bersama Yayasan Al Fatihah meluncurkan program AGUS dengan menyalurkan 100 ribu mushaf Al-Qur’an senilai sekitar Rp10 miliar serta bantuan 20 ton telur untuk pesantren.

Manajer Program AGUS, Ulun Nuha, menjelaskan kebutuhan dukungan bagi santri di pesantren masih cukup besar.

Data Kementerian Agama mencatat lebih dari 28 ribu pesantren berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama dengan sekitar 1,6 juta santri mukim, bahkan jumlah total santri diperkirakan mencapai lima juta orang.

Ia menyebutkan, sejumlah pesantren masih mengalami keterbatasan mushaf Al-Qur’an sehingga santri harus bergantian saat belajar.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan masih adanya persoalan gizi di kalangan santri.

“Santri merupakan masa depan bangsa. Karena itu RMI PBNU bersama Yayasan Al Fatihah meluncurkan program Gerakan Alquran dan Gizi untuk Santri sebagai bentuk dukungan nyata bagi pesantren,” jelasnya.

PBNU Perkuat Program Pemenuhan Gizi

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan program AGUS menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk memperkuat kontribusi pesantren dalam mendukung program pemenuhan gizi nasional.

PBNU juga menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Hingga saat ini hampir 200 titik SPPG telah beroperasi, sementara lebih dari 300 titik lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Melalui kolaborasi tersebut, PBNU berharap para santri memperoleh fasilitas belajar Al-Qur’an yang memadai sekaligus akses terhadap makanan bergizi.

“Alhamdulillah sore hari ini RMI kembali meluncurkan program sebagai wujud ikhtiar untuk membantu memenuhi kebutuhan di lingkungan pondok pesantren,” ujar Yahya. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pangdam IV/Diponegoro Resmi Pimpin Pergantian Komandan Yonif 400/Banteng Raiders

15 Juni 2026 - 17:04 WIB

Uji Kebugaran ARFF Digelar, Bandara Ahmad Yani Pastikan Personel Siap Hadapi Situasi Darurat

15 Juni 2026 - 16:19 WIB

Ratusan Warga Pati Padati Pengadilan Tipikor Semarang, Kawal Sidang Perdana Sudewo

15 Juni 2026 - 16:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wagub Jateng Jadi Contoh Awal Pendataan Door to Door

15 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kedok Jualan Es Teh, Pria Asal Semarang Diduga Edarkan Sabu di Jalur Pantura Demak

15 Juni 2026 - 15:20 WIB

Ngadu ke DPRD, Warga Candirejo Desak Pemkab Semarang Tinjau Ulang Jabatan Lurah

15 Juni 2026 - 13:23 WIB

Trending di Headline