Menu

Mode Gelap
 

Semarang Raya · 6 Mar 2026 22:19 WIB

Agustina Wilujeng Genjot Program Permukiman Kota Semarang 2026


					Peresmian Taman Abdulrahman Saleh, pada Rabu, 7 Januari 2026 | dok Disperkim Kota Semarang. Perbesar

Peresmian Taman Abdulrahman Saleh, pada Rabu, 7 Januari 2026 | dok Disperkim Kota Semarang.

SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menargetkan penguatan sektor permukiman pada 2026 dengan genjot program air bersih, RTLH, drainase hingga taman kota.

Program ini juga mengacu pada lima pilar pembangunan Kota Semarang yakni, Semarang Bersih, Cerdas, Sehat, Makmur, dan Tangguh sebagai dasar kebijakan seluruh perangkat daerah.

Dalam hal itu, Wali Kota Semarang telah menugaskan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menjalankan berbagai program strategis yang berbasis kebutuhan warga.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyatakan bahwa Pemkot Semarang memastikan pembangunan ke depan akan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami tentu ingin setiap program ke depan memberi dampak nyata bagi kualitas hidup warga Kota Semarang,” ujar Agustina Wilujeng, melalui keterangan resminya kepada kabarjateng.id.

6 Pogram Prioritas Permukiman

Fokus kebijakan pertamanya sepanjang tahun 2026 ini, Wali Kota Agustina akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur air bersih untuk memperluas layanan air minum layak.

“Air bersih menjadi fondasi dasar kesehatan masyarakat dan bagian penting pembangunan Semarang Bersih,” ujar Agustina Wilujeng.

Kemudian kedua, ada program RTLH yang dijalankan, tujuannya membantu warga Kota Semarang yang berpenghasilan rendah memiliki hunian aman dan sehat.

“Harapan ini, tentunya kami ingin bertahap tidak ada lagi warga tinggal dengan kondisi rumah tidak layak,” kata Agustina Wilujeng.

Ketiga, Pemkot Semarang melalui Dinas tersebut, akan meningkatkan jalan lingkungan dan drainase. Tujuannya, untuk mengurangi genangan serta memperkuat ketahanan kawasan.

“Perbaikan drainase pada tahun ini menjadi bagian langkah konkret Pemkot Semarang, utamanya mengatasi banjir lingkungan permukiman,” jelas Agustina Wilujeng.

Selain itu, kebijakannya yang keempat, ia juga ingin membangun ruang publik sebagai wadah interaksi sosial dan peningkatan kualitas lingkungan kota.

“Selaniutnya ada taman lingkungan. Nantinya harus menjadi ruang belajar, rekreasi, dan kesehatan warga,” pungkasnya.

Kelima, Agustina juga akan memperkuat pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU), dari peningkatan jalan, drainase hingga talud kawasan permukiman.

Program ini mengarah sebagai bentuk harapan menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.

“Pengelolaan PSU juga bukan sekadar fisik, tetapi nantinya tentu bisa sebagai investasi kesejahteraan masyarakat,” harap Wali Kota Agustina Wilujeng.

Keenam, pihaknya juga akan memastikan perihal pengembangan kawasan ruang bermain ramah anak serta taman permukiman dari berbagai titik wilayah kota.

Delapan Taman

Dari agenda itu, sudah ada rencana untuk pembangunan delapan taman, meliputi wilayah Bulusan, Sampangan, Sendangmulyo, Pedalangan, Panggung Lor, Rejosari, Gedawang, dan Ngaliyan.

“Taman kota ini kami harapkan nantinya dapat membantu pengendalian genangan, sekaligus memperkuat interaksi sosial warga,” pinta Wali Kota.

Hal itu seiring harapan Pemkot Semarang juga ingin menjadikan taman sebagai bagian strategi Semarang Sehat dan Semarang Cerdas.

Contohnya saja untuk Taman Abdul Rahman Saleh ke depan dilengkapi fasilitas olahraga dan edukasi lingkungan berbasis QR.

“Maka, edukasi lingkungan juga perlu hadir ke ruang publik dengan akses yang mudah dijangkau masyarakat,” imbuh Agustina Wilujeng.

Pengelolaan Infrastruktur Kawasan

Sementara masih dari sisi penugasan, Agustina menyampaikan bahwa ada perubahan kewenangan bidang Penerangan Jalan Umum (PJU).

Saat ini telah beralih ke Dinas Perhubungan sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 41 Tahun 2025.

Dan untuk prioritasnya, pemasangan PJU lebih mengedepankan pada wilayah yang memiliki tingkat rawan kejahatan dan kawasan pinggiran kota.

Ke depan, Agustina Wilujeng juga tetap mendukung fasilitas sosial lain melalui mekanisme hibah hingga sarana prasarana tempat ibadah.

“Kami mendukung kebutuhan sosial masyarakat ini (hibah), namun tetap sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Agustina Wilujeng.

Terakhir, Pemkot Semarang juga aktif mendampingi pengembang (developer) dalam proses penyerahan PSU agar pengelolaan infrastruktur lebih terencana.

Setelah penyerahan, maka tanggung jawab pemeliharaan resmi beralih kepada Pemerintah Kota Semarang.

Dari seluruh pembangunan kebutuhan dasar ini, Agustina Wilujeng dengan jajaran Pemkot Semarang pada tahun 2026 memiliki rangkaian upaya genjot pembangunan.

Yakni, target peningkatan rumah layak, akses air minum aman, sanitasi SPALD-T, serta penataan kawasan kumuh.

Perbaikan drainase dan jalan lingkungan juga menjadi langkah prioritas mitigasi banjir dan rob wilayah permukiman.

“Semua ini adalah bentuk komitmen Pemkot Semarang dalam wujud membangun permukiman yang sehat agar warga merasa aman dan tetap produktif,” tutup Agustina Wilujeng.

 

Penulis        : Kabarjateng.id

Tim Editor  : Wahyu Hamijaya

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kapolres Tegal Cek Kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketupat Candi 2026

11 Maret 2026 - 20:41 WIB

Polres Tegal Laksanakan Ramp Check Bus Pariwisata di Pool Dedy Jaya

11 Maret 2026 - 20:37 WIB

Diduga Korsleting Listrik, Mobil Terbakar di Garasi Rumah Warga Delanggu

11 Maret 2026 - 19:13 WIB

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor Cilibur, Warga Desak Percepatan Perbaikan Jalan Penghubung

11 Maret 2026 - 17:59 WIB

Gubernur Jateng Tinjau Longsor di Cilibur Brebes, Perbaikan Jalan dan Sekolah Dipercepat

11 Maret 2026 - 17:39 WIB

Jembatan Gantung Garuda di Kali Krusuk Hampir Selesai, Kolaborasi TNI dan Warga Sleman Kian Nyata

11 Maret 2026 - 16:45 WIB

Trending di Berita TNI