SEMARANG, Kabarjateng.id – Sebanyak 372 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti babak penyisihan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 10 Juz 2026 yang digelar di Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (28/2/2026). Ratusan penghafal Al-Qur’an tersebut bersaing memperebutkan 10 posisi terbaik untuk tampil pada babak grand final.
Kegiatan yang diinisiasi Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) itu menghadirkan peserta dari berbagai wilayah, mulai dari Kota Semarang, Kudus, Grobogan, hingga provinsi lain seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan.
Ketua Panitia MHQ, Muh Syaifudin, secara resmi membuka rangkaian seleksi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seluruh peserta layak mendapatkan penghargaan atas upaya dan dedikasi mereka dalam menjaga hafalan Al-Qur’an.
“Kenapa semua peserta perlu diberi sertifikat? Karena pada hakikatnya semua peserta itu adalah juara,” ujarnya di hadapan peserta dan panitia.
Menurut Syaifudin, para peserta menunjukkan komitmen yang tidak ringan di tengah tantangan era digital dan gaya hidup generasi muda saat ini. Ia menyebut pilihan mereka untuk menekuni hafalan Al-Qur’an sebagai langkah mulia yang patut diapresiasi.
“Manakala banyak anak muda menghabiskan waktu untuk bersenang-senang, para peserta MHQ justru memilih mengorbankan waktunya untuk menghafal Al-Qur’an. Ini Masya Allah, kita harus memberikan apresiasi yang setidak-tidaknya bisa menjadi penyemangat bagi mereka,” katanya.
Ia memastikan panitia tidak hanya menyiapkan hadiah uang pembinaan bagi para finalis, tetapi juga sertifikat bagi seluruh peserta sebagai bentuk pengakuan atas perjuangan mereka. Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh pihak untuk mendoakan kelancaran kegiatan agar membawa keberkahan hingga akhir pelaksanaan.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada segenap peserta. Pada hakikatnya, Anda semua adalah juara,” tuturnya.
Penjurian Libatkan 22 Hakim Secara Daring
Babak penyisihan tahun ini melibatkan 22 hakim yang melakukan pengujian secara daring melalui platform Zoom. Setiap hakim menguji antara 18 hingga 20 peserta dalam sesi yang telah dijadwalkan.
Koordinator Hakim, Prof. Dr. Tholhatul Khoir, menjelaskan bahwa sistem penilaian menggunakan metode undian. Peserta diminta memilih nomor amplop yang telah disiapkan panitia, kemudian menjawab tiga pertanyaan yang menguji kekuatan hafalan, ketepatan tajwid, serta makharijul huruf.
“Dari sisi hafalan, mayoritas peserta sudah menguasai materi 10 juz dengan baik. Untuk tajwid dan makharijul huruf, rata-rata sudah terlatih karena mereka adalah santri tahfidz,” jelasnya saat ditemui di sela-sela penjurian.
Ia menambahkan, aspek yang menjadi pembeda signifikan di antara peserta adalah kualitas nagham atau keindahan bacaan. Dalam satu sesi yang dipimpinnya, dari sembilan peserta yang diuji, hanya dua yang dinilai menonjol dari sisi ketartilan dan kualitas suara.
“Kalau ketartilan dan makhraj rata-rata sudah bagus. Tetapi untuk sisi keindahan memang lebih ke bakat. Secara keseluruhan, kualitas peserta sudah baik,” tandasnya.
Tantangan Teknis dan Seleksi Ketat
Pelaksanaan seleksi secara daring menghadirkan sejumlah tantangan teknis. Beberapa peserta mengalami gangguan jaringan internet, keterbatasan perangkat, hingga kesalahan teknis saat mengoperasikan aplikasi. Bahkan ada peserta yang sempat terputus saat menjawab pertanyaan hakim.
Meski demikian, panitia memastikan proses seleksi tetap berjalan tertib dan efektif berkat dukungan teknis serta pembagian sesi yang terstruktur. Dalam waktu relatif singkat, seluruh peserta dapat mengikuti tahapan ujian sesuai jadwal.
Dari 372 peserta, panitia akan menetapkan 10 peserta terbaik yang terdiri atas lima putra dan lima putri untuk melaju ke babak grand final yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi, MHQ 10 Juz 2026 di MAJT diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki karakter disiplin, tangguh, dan berkomitmen dalam nilai-nilai spiritual.(whs)






