Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Dari Sampah Jadi Berkah: Setahun Agustina–Iswar Ubah Wajah Semarang

badge-check


					Dari Sampah Jadi Berkah: Setahun Agustina–Iswar Ubah Wajah Semarang Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Genap satu tahun Agustin memimpin Kota Semarang bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin.

Pada tahun pertama kepemimpinan ini, berbagai capaian positif berhasil mereka hadirkan untuk warga ibu kota Jawa Tengah.

Kota semakin rapi dan bersih, kesejahteraan meningkat, angka kemiskinan menurun, dan lapangan kerja semakin terbuka.

Semua berawal dari gagasan sederhana bertajuk Semarang Bersih. Wali Kota tidak ingin program kebersihan berhenti pada sapu dan tempat sampah.

Agustin mengajak warga mengubah pola pikir: sampah bukan lagi barang buangan, melainkan sumber penghasilan.

Hidup Makin Baik, Angkanya Jelas

Selama setahun terakhir, indikator pembangunan Kota Semarang menunjukkan tren positif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang mencapai 85,80 pada 2025, naik dari 83,05 pada 2020.

Capaian ini melampaui rata-rata Jawa Tengah dan nasional. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak anak bersekolah dan layanan kesehatan semakin baik.

Angka kemiskinan juga terus menurun. Pada 2020, persentasenya masih 11,84 persen.

Kini turun menjadi 9,36 persen. Penurunan terjadi secara konsisten: 11,25 persen (2021), 10,98 persen (2022), 10,77 persen (2023), 10,19 persen (2024), 9,71 persen, hingga 9,36 persen.

Program pemberdayaan ekonomi langsung menyasar warga yang membutuhkan.

Tingkat pengangguran pun ikut turun. Pada masa pandemi 2020, angka pengangguran mencapai 9,54 persen.

Pemerintah kota menekannya hingga 4,66 persen pada 2024. Angka ini lebih baik dibanding Jawa Tengah (4,91 persen) dan nasional (5,65 persen).

UMKM, warung kecil, dan usaha kreatif warga turut menyerap tenaga kerja.

Pertumbuhan ekonomi Semarang juga stabil di atas 5 persen dan bahkan sempat menyentuh 6,42 persen. Kota ini tidak hanya bertahan, tetapi juga melesat melampaui pertumbuhan Jawa Tengah.

Sampah Bukan Masalah, Tapi Rezeki

Melalui konsep ekonomi sirkular, Wali Kota mendorong warga mengubah sampah menjadi sumber pendapatan.

Pemerintah kota menggerakkan bank sampah di berbagai wilayah.

Jumlah bank sampah meningkat dari 664 unit pada 2024 menjadi 857 unit aktif saat ini. Warga mengelola 1.705,7 ton sampah melalui bank sampah.

Kerja sama bank sampah dan PKK mengelola 1.080 ton sampah dan menghasilkan perputaran uang Rp1,89 miliar.

Dana tersebut langsung masuk ke warga yang menabung sampah. Pemerintah kota juga menyalurkan 1.906 tas pilah sampah agar warga lebih mudah memilah dari rumah.

Para ASN ikut memberi contoh melalui gerakan “ASN Wegah Nyampah”. Mereka mengurangi sampah kantor hingga 4,3 ton per hari.

Pemerintah kota juga menambah sarana kebersihan.

Jumlah kontainer sampah naik dari 418 menjadi 454 unit. TPS bertambah dari 200 menjadi 237 unit.

TPS3R meningkat dari 22 menjadi 26 unit. Pemerintah juga menghadirkan empat IPAL domestik di berbagai lokasi, termasuk di Taman RBRA Abdurrahman Saleh dan kawasan Hamka, Ngaliyan, sehingga pengelolaan air limbah rumah tangga semakin baik.

Semarang Makin Hijau, Warga Makin Betah

Wali Kota Agustin juga memperkuat program penghijauan kota.

Hingga akhir 2025, pemerintah menghijaukan kembali lahan seluas 16,58 hektare dengan menanam 46.510 bibit pohon.

Pemerintah membangun Taman RBRA Abdurrahman Saleh, Taman Garoot, dan Taman Dinar Mas Meteseh.

Selain itu, pemerintah memperbaiki Taman Telaga Bodas dan Taman Jalan Bougenville Raya Sendangmulyo.

Taman-taman tersebut kini menjadi ruang interaksi keluarga, tempat bermain anak, dan ruang publik yang nyaman bagi warga.

Tahun Kedua, Target Lebih Tinggi

Memasuki tahun kedua, Agustin menyiapkan lima agenda besar.

Pertama, pemerintah memperketat pengawasan pengurangan plastik sekali pakai sesuai Peraturan Wali Kota Nomor 27 Tahun 2019.

Warga bisa menukar botol plastik dengan bibit tanaman saat Car Free Day.

Kedua, pemerintah mengembangkan aplikasi “ASN Wegah Nyampah” dan mengintegrasikannya dengan penilaian kinerja ASN melalui BKPP.

Ketiga, pemerintah menargetkan 1.468 bank sampah aktif serta menambah empat TPS3R baru.

Keempat, pemerintah membangun IPAL TPA Jatibarang Tahap 1 untuk memperkuat pengelolaan limbah di tempat pembuangan akhir.

Kelima, pemerintah menargetkan penghijauan 17 hektare lahan baru dengan 50.000 bibit pohon di Polder Mukthariyo Kidul, Pedurungan, dan sepanjang Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan.

Pemerintah juga merencanakan pembangunan sejumlah taman baru di berbagai wilayah kota.

“Pembangunan Semarang hari ini tentang keseimbangan. Kami mengejar pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Semarang Bersih menjadi fondasi menuju kota tangguh dan warga sejahtera,” ujar Agustin.

Kerja Bareng, Hasil Nyata

Satu tahun kepemimpinan ini membuktikan bahwa kemajuan kota lahir dari kolaborasi.

Pemerintah mengajak warga, PKK bergerak bersama, dan ASN memberi teladan. Semarang terus bergerak maju, warganya semakin sejahtera, dan lingkungannya tetap lestari. (day)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Bedah Putusan Mbak Ita: Pengamat Hukum Sebut Peluang Pengembangan Kasus Masih Terbuka

23 Juni 2026 - 00:43 WIB

Polres Demak Tetapkan Pengasuh Ma’had sebagai Tersangka Dugaan Kekerasan Seksual Anak

22 Juni 2026 - 23:51 WIB

Agustina Sebut Budaya Jadi Kekuatan Semarang Menuju Kota Modern dan Harmonis

22 Juni 2026 - 21:57 WIB

Nobar Piala Dunia di Sragen, TNI dan Warga Perkuat Kebersamaan Lewat Sepak Bola

22 Juni 2026 - 10:47 WIB

Dieng Caldera Race 2026 Sedot Ribuan Peserta, Jadi Pengungkit Wisata dan Ekonomi Wonosobo

22 Juni 2026 - 10:09 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Penguatan Sport Tourism Lewat Kolaborasi Event Antarwilayah

22 Juni 2026 - 07:16 WIB

Trending di KABAR JATENG