Menu

Mode Gelap
 

Kabar Demak · 17 Feb 2026 15:23 WIB

Kapolres dan Forkopimda Tinjau Tanggul Jebol, Ribuan Warga Demak Terdampak Banjir


					Kapolres dan Forkopimda Tinjau Tanggul Jebol, Ribuan Warga Demak Terdampak Banjir Perbesar

DEMAK, Kabarjateng.id – Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau tanggul Sungai Tuntang dan Sungai Cabean yang jebol akibat curah hujan tinggi serta meningkatnya volume air pada Senin (16/2).

Jebolnya tanggul berdampak luas

Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak banjir dengan ketinggian air antara 20 hingga 70 sentimeter.

Air merendam permukiman warga dan menggenangi ratusan hektare lahan pertanian.

Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tiga titik tanggul jebol tersebar di sejumlah lokasi. Satu titik berada di Sungai Cabean, Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen.

Dua titik lainnya berada di Sungai Tuntang, yakni di Dukuh Dempel, Desa Pilangwetan dan Dukuh Wareng, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, S.E menegaskan pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mempercepat perbaikan tanggul rusak.

“Kami bekerja sama dengan BBWS serta melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan relawan agar proses penanganan tanggul jebol segera berjalan dan dampaknya tidak semakin meluas,” kata Bupati Eisti’anah, Selasa (17/2/2026).

Pasukan Siaga Bhayangkara Diturunkan

Di lokasi yang sama, Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra memastikan jajaran kepolisian bergerak cepat membantu warga terdampak.

Pasukan Siaga Bhayangkara Polres Demak turun langsung mengevakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

“Kami menerjunkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk membantu evakuasi warga serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar AKBP Samel.

Selain merendam permukiman, tanggul Sungai Tuntang yang jebol juga memutus jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang sepanjang kurang lebih 25 meter.

Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas lumpuh total sehingga petugas mengalihkan kendaraan ke jalur alternatif.

Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, PMI bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur yang menutup badan jalan guna mempercepat pemulihan akses transportasi.

“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS karena debit air tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya sehingga tekanan pada tanggul meningkat dan memicu jebol. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya.

 

Editor: Mualim

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Bagikan Al-Qur’an ke Rutan Jepara, MPC Pemuda Pancasila Perkuat Pembinaan Keagamaan

13 Maret 2026 - 15:43 WIB

Personel Brimob Perkuat Pelayanan Operasi Ketupat Candi 2026 di Wilayah Polres Tegal

13 Maret 2026 - 15:03 WIB

Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Posko Angkutan Udara Lebaran 2026

13 Maret 2026 - 12:45 WIB

510 Personel Polres Semarang Siap Amankan Operasi Ketupat Candi 2026

13 Maret 2026 - 08:38 WIB

Amankan Mudik Lebaran, Polres Demak Turunkan 350 Personel

13 Maret 2026 - 07:44 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026

13 Maret 2026 - 07:30 WIB

Trending di KABAR JATENG