DEMAK, Kabarjateng.id – Pondok Pesantren Futuhiyah Kabupaten Demak menerima Bantuan pendidikan dari Mentri Agama (Menag) senilai Rp100 juta.
Futuhiyah Demak dapat bantuan Menag sebagai bentuk dukungan penguatan sarana dan mutu pembelajaran madrasah.
Penerimaan bantuan seyogianya mampu memperkuat peran Futuhiyah Demak dalam mencetak santri yang produktif.
Termasuk dukungan untuk santri agar berdaya saing, dan menyumbang kontribusi bagi masyarakat Demak serta pembangunan nasional.
Penyaluran Bantuan dilakukan dalam rangka kunjungan kerja Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia ke Futuhiyah Demak, Mranggen, pada Jumat (6/2).
Hal itu sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kemenag Demak.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi penguatan posisi pesantren di Demak.
Yakni, sebagai pusat pendidikan Islam memiliki akar tradisi keilmuan dan relevan dengan tantangan zaman.
Dalam sambutannya, Menag Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis.
Menurutnya pesantren telah mencetak generasi Muslim yang tidak hanya religius, tetapi juga produktif secara intelektual, sosial, dan ekonomi.
Pesantren Sejarah
Menag menilai bahwa Futuhiyah Demak merupakan salah satu pesantren sejarah yang telah lama melahirkan tokoh-tokoh agama dan intelektual Muslim Indonesia.
“Sudah lama saya ingin ke Pondok Futuhiyah yang banyak melahirkan tokoh-tokoh hebat,” ujar Menag, dikutip dari rilis Kemenag Demak.
Selain itu, Futuhiyah Demak dinilai memiliki modal kuat membangun karakter santri yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual.
Menag menekankan pentingnya pembaruan metode pendidikan pesantren agar santri mampu menjadi umat Islam produktif dan adaptif.
Ia menyebut bahwa pesantren di Demak, termasuk Futuhiyah Demak, memiliki keunggulan menggabungkan tradisi berpikir rasional dengan penguatan nilai spiritual.
“Pesantren mengombinasikan metode pikir dan rasa. Siang hari berpikir dengan akal, malam hari menggunakan tasawuf dan mengambil hikmah,” kata Menag.
Menurut Menag, keseimbangan antara akal dan hati menjadi kunci utama membentuk santri unggul dan siap menghadapi tantangan global.
Tanpa harus kehilangan identitas keislaman dan akar budaya pesantren di Demak.
Bantuan Rp100 juta yang diserahkan kepada Madrasah Ibtidaiyah Futuhiyah Demak diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan.
Meliputi penguatan proses belajar mengajar, serta pengembangan program pendidikan langsung bagi santri di Demak.
Bantuan ini juga menjadi harapan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat Demak, khususnya di lingkungan pesantren.
Pemberian Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat lembaga pendidikan Islam Kabupaten Demak.
Oleh karena itu, Futuhiyah Demak menjadi harapan meningkatkan mutu tenaga pendidik, memperbaiki fasilitas belajar, serta mengembangkan inovasi pembelajaran sesuai kebutuhan santri masa kini.
Sementara itu dalam arahannya kepada para santri Futuhiyah Demak, Menag mengingatkan agar santri senantiasa menjaga kedekatan dengan ulama.
Sekaligus mengamalkan ilmu secara konsisten, dan menjadikan keikhlasan sebagai fondasi utama menuntut ilmu.
“Para santri di manapun berada harus tetap dekat dengan ulama dan bersungguh-sungguh menerapkan hikmah ilmunya Allah,” pesan Menag.
Dorongan Moral
Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Demak, Taufiqurrahman, menyampaikan bahwa kunjungan Menag ke Futuhiyah Demak menjadi dorongan moral.
Taufiqurrahman menerangkan bahwa dorongan moral bagi jajaran Kemenag Demak meningkatkan pelayanan keagamaan dan pendidikan di Kabupaten Demak.
Karena itu, Ia menilai kehadiran Menag membawa semangat baru, sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat Demak.
“Saya beserta jajaran bahagia atas kerawuhan Bapak Menteri Agama ke Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen Demak. Kehadiran beliau memberi motivasi Kementerian Agama Kabupaten Demak untuk terus memberi pelayanan keagamaan masyarakat Kabupaten Demak,” ujarnya.
Di sisi lain, perwakilan pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyah, KH Ahmad Faizurrahman Hanif, menjelaskan bahwa Futuhiyah Demak telah lama mengangkat peran sebagai pusat pendidikan keagamaan berbasis salaf.
Yakni, lanjutnya, mengembangkan pendidikan formal mulai dari PAUD, TK, MI, SLTP, SLTA hingga Ma’had Aly.
Disamping itu, Futuhiyah Demak terus mengupayakan keseimbangan antara tradisi pesantren dan kebutuhan pendidikan modern Kabupaten Demak.
Selanjutnya, sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan, pihak pesantren menyerahkan cinderamata kepada Menag.
Cinderamata berupa buku biografi Syekh Abdul Qodir Jailani serta biografi KH Muslih Abdurrahman sebagai nilai historis serta keilmuan pesantren Demak.
Dengan demikian, mulai bantuan, pesan strategis Menag, serta komitmen Futuhiyah Demak mencetak santri produktif, Kabupaten Demak semakin menguat sebagai salah satu pusat pendidikan Islam (pesantren) berpengaruh Indonesia.
Tim Editor: Wahyu Hamijaya







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.