Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Ombudsman Jawa Tengah Soroti Mandeknya Proyek Jembatan Tambaksari di Mangkang Wetan

badge-check


					Ombudsman Jawa Tengah Soroti Mandeknya Proyek Jembatan Tambaksari di Mangkang Wetan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah memberikan perhatian serius terhadap terhentinya pembangunan Jembatan Tambaksari yang berada di Kelurahan Mangkang Wetan, Kota Semarang.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekaligus mencerminkan lemahnya pemenuhan pelayanan publik.

Saat melakukan peninjauan lapangan pada Senin (3/2), tim Ombudsman Jateng menemukan material kerangka jembatan yang dibiarkan menumpuk dan tertutup semak belukar di area tanah bengkok Mangkang Wetan.

Di sisi lain, jembatan sementara yang sebelumnya digunakan warga untuk beraktivitas sehari-hari telah rusak dan tidak dapat difungsikan.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Farida, menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Tambaksari memiliki peran vital bagi warga RW 7.

Berdasarkan pengamatan langsung, ia menyebut masih banyak warga yang terpaksa menyeberang sungai menggunakan getek sederhana, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah serta kelompok lanjut usia yang membawa sepeda.

“Keselamatan masyarakat tidak bisa ditawar. Pembangunan jembatan darurat hanyalah solusi sementara, sementara kebutuhan utama warga adalah jembatan permanen yang aman dan layak,” ujar Farida.

Ia juga mengungkapkan bahwa RW 7 dihuni sekitar 150 kepala keluarga dengan total kurang lebih 500 jiwa yang tersebar di RT 6 hingga RT 9.

Masyarakat setempat telah lama menantikan realisasi pembangunan jembatan tersebut.

Namun sejak proyek terhenti pada 2022, akses infrastruktur yang memadai belum juga terwujud.

Menurut Farida, pembiaran selama hampir tiga tahun terhadap kebutuhan dasar masyarakat berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Ia menekankan bahwa sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang seharusnya mampu menjadi contoh dalam memberikan pelayanan publik yang responsif dan inklusif.

“Pembangunan Jembatan Tambaksari merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemerintah Kota Semarang, serta instansi terkait untuk segera mempercepat pembangunan jembatan permanen,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Farida mengingatkan bahwa pelayanan publik yang inklusif merupakan hak seluruh warga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan konsultasi maupun pengaduan terkait pelayanan publik kepada Ombudsman Jawa Tengah melalui WA Center di nomor 0811 998 3737.

 

Editor: Mualim

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

PGI Kota Semarang Bangun Sinergi dengan Pemkot Jelang Turnamen dan Pelantikan Kepengurusan Baru

13 Juni 2026 - 13:15 WIB

Delapan Pasar Tradisional di Semarang Masuk Evaluasi Revitalisasi 2027

13 Juni 2026 - 13:15 WIB

SPMB 2026 Membludak, Komisi D Dorong Evaluasi SD Negeri Minim Pendaftar

12 Juni 2026 - 14:45 WIB

Sinergi Polri dan Masyarakat Hadirkan Rumah Layak untuk Korban Kebakaran di Candisari

12 Juni 2026 - 12:53 WIB

Polres Semarang Ungkap Identitas Pelaku Aksi Blokade Jalan yang Viral di Perbatasan Kota

12 Juni 2026 - 07:56 WIB

Pemkot Semarang Raih WTP 10 Kali Berturut, Agustina Tekankan APBD Harus Berdampak Nyata bagi Warga

12 Juni 2026 - 06:42 WIB

Trending di Kabar Semarang