SEMARANG, Kabarjateng.id – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menerima penghargaan Manggala Karya Kencana dari Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo, dalam acara Gala Dinner dan Penganugerahan Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana di Grand Merapi Ballroom, PRPP Semarang, Jumat (28/6) malam.
Manggala Karya Kencana adalah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada individu yang memiliki dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk, Keluarga Berencana (KB), dan Pembangunan Keluarga.
Hasto Wardoyo secara langsung menyematkan pin dan menyerahkan penghargaan tersebut kepada Mbak Ita, sapaan akrab wali kota.
Dalam sambutannya, Hasto memberikan ucapan selamat atas prestasi yang diraih oleh para kepala daerah dan stakeholder yang dapat menjadi contoh dan motivasi bagi wilayah masing-masing.
“Acara yang meriah luar biasa kali ini berkat jasa Pak Gubernur dan Ibu Wali Kota Semarang. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Ibu Wali Kota beserta jajaran,” kata Hasto.
Hasto menambahkan bahwa sesuai arahan Presiden, penganugerahan tanda penghargaan di bidang bangga kencana (pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana) berfokus pada pembangunan SDM.
“Bersama dengan bapak ibu di daerah, kami melakukan intervensi variabel yang efektif untuk mencegah potensi stunting baru. Salah satunya adalah perhatian terhadap BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) atau prematur, serta pengetahuan atau pendidikan ibu,” jelasnya.
Dengan inovasi-inovasi yang luar biasa, harapannya bisa menyasar faktor-faktor sensitif dalam rangka menurunkan stunting dan mempercepat peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Hasto juga menyebut bahwa survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2023 menunjukkan penurunan angka stunting yang masih kurang signifikan, namun pengukuran serentak di bawah pimpinan Menko PMK dan Wapres diharapkan selesai pada akhir Juni.
“Contohnya, Jawa Tengah sudah mencapai 98 persen dan Kota Semarang 99 persen, ini luar biasa. Jika tidak ditinggal Ibu Wali untuk menerima penghargaan dari PBB atas penurunan stunting, mungkin sudah mencapai 100 persen,” ujar Hasto.
Menjadi satu kebanggaan, lanjut Hasto, karena Wali Kota Semarang tidak hanya meraih penghargaan Manggala Karya Kencana, tetapi juga penghargaan dari United Nations atau PBB.
“Kami mengucapkan selamat untuk Ibu Wali atas penghargaan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengaku sangat bersyukur atas penghargaan yang kembali diraih Kota Semarang.
“Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya Pemerintah Kota Semarang mendapatkan penghargaan. Penghargaan Manggala Karya Kencana ini bisa menjadi penyemangat untuk menurunkan angka stunting di Ibu Kota Jawa Tengah bahkan menuju zero stunting,” ujar Mbak Ita.
Hevearita menekankan bahwa upaya menekan angka stunting akan terus bergulir, dengan intervensi tidak hanya pada anak, tetapi juga pada ibu, ibu hamil, remaja putri, calon pengantin, dan keluarga.
“Sekali lagi, kami matur nuwun. Dengan segala upaya Pemerintah Kota Semarang, stakeholder, instansi vertikal, dan juga masyarakat, Kota Semarang bisa mendapatkan anugerah Manggala Karya Kencana,” pungkasnya. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.