SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan akan menggelar Seminar Nasional bertema “Jejak Perjuangan K.H. Sholeh Darat dalam Penguatan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional” pada Kamis (29/1/2026) besok.
Kegiatan yang berlangsung di The Suri Ballroom, Jalan Pemuda, ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan dokumen akademik dan administratif sebelum pengajuan resmi ke pemerintah pusat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa sosok K.H. Sholeh Darat memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa.
Selain dikenal sebagai ulama besar asal Semarang, beliau juga tercatat sebagai guru dari tokoh-tokoh nasional seperti K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, hingga R.A. Kartini.
Menurut Agustina, seminar nasional tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi dan pernyataan dukungan ilmiah yang menjadi salah satu syarat penting sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
“Perjuangan K.H. Sholeh Darat dilakukan melalui dakwah dan karya tulis. Jihad intelektual inilah yang menjadi fondasi kesadaran dan kebangkitan bangsa. Tahun 2026 kami menargetkan seluruh tahapan pengusulan tuntas,” ujar Agustina, Rabu (28/1).
Seminar nasional ini merupakan kelanjutan dari berbagai langkah strategis yang telah dilakukan Pemkot Semarang sepanjang 2025.
Salah satunya adalah penyelenggaraan Seminar Internasional pada November 2025 yang menghadirkan akademisi dan peneliti dari sejumlah negara, termasuk Belanda, Malaysia, dan Singapura, untuk mengkaji pengaruh pemikiran K.H. Sholeh Darat di tingkat internasional.
Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang juga telah menelusuri dan mendokumentasikan manuskrip karya K.H. Sholeh Darat untuk diajukan sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Upaya ini dilakukan guna menjaga dan menguatkan bukti sejarah kontribusi intelektual beliau bagi perkembangan keilmuan Islam di Nusantara.
Pemkot Semarang juga menggelar Gala Dinner Seminar Internasional yang bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025.
Forum tersebut berhasil menyatukan komitmen lintas kementerian, Dewan Gelar, serta kepala daerah di wilayah pesisir Jawa Tengah, seperti Kendal, Demak, Kudus, dan Jepara.
Dari sisi fisik, pemerintah kota telah menyelesaikan penataan kawasan makam K.H. Sholeh Darat di Bergota agar lebih representatif sebagai lokasi ziarah dan simbol penghormatan terhadap tokoh agama yang berjasa besar bagi Semarang.
“Upaya pengusulan ini kami lakukan secara berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak,” tegas Agustina.
Dalam seminar nasional tersebut, Agustina Wilujeng dijadwalkan menjadi keynote speaker bersama sejumlah narasumber nasional, antara lain Wakil Ketua Komisi X DPR RI Mufidayati Kurniasih, Ketua TP2GP RI Prof. KH Usep Abdul Matin, Direktur Pemberdayaan Sosial Kemensos RI Tri Wiyanto, Sekjen PBNU Ginanjar Sya’ban, Ketua BAZNAS RI Noor Ahmad, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, hingga para akademisi dan peneliti yang mendalami pemikiran K.H. Sholeh Darat.
Acara ini juga akan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perguruan tinggi, organisasi keagamaan, hingga tokoh masyarakat.
“Mudah-mudahan seluruh rangkaian seminar berjalan lancar dan menjadi penguat langkah K.H. Sholeh Darat menuju gelar Pahlawan Nasional,” pungkas Agustina. (day)






