BREBES, Kabarjateng.id – Badan Kerjasama Gereja-gereja (BKSG) Kabupaten Brebes menggelar Ibadah Perayaan Natal Tahun 2025 dalam suasana penuh kedamaian dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Dedi Jaya Hotel, Kabupaten Brebes, Selasa malam (13/1/2026), dan diikuti ratusan umat Kristiani bersama para tokoh lintas agama serta unsur pemerintah daerah.
Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang menegaskan kembali peran keluarga sebagai pilar utama dalam membangun iman, kasih, dan keharmonisan sosial.
Momentum Natal juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi guna mempererat persaudaraan serta memperkuat toleransi antar umat beragama di tengah keberagaman masyarakat Brebes.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh umat Kristiani.
Ia menekankan bahwa perayaan Natal tidak hanya bermakna sebagai ritual keagamaan, tetapi juga mengandung pesan moral yang kuat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan sosial.
“Nilai kasih, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama yang lahir dari perayaan Natal merupakan modal penting dalam merawat kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Paramitha dalam sambutannya.
Paramitha juga mengapresiasi peran aktif BKSG Kabupaten Brebes yang selama ini konsisten menjalin komunikasi lintas iman serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.
“Pemerintah Kabupaten Brebes selalu mendukung kegiatan keagamaan yang membawa pesan damai dan memperkuat kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis,” tambahnya.
Ia berharap semangat Natal dapat diwujudkan secara konkret melalui semangat gotong royong serta kontribusi positif seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua BKSG Kabupaten Brebes, Pdt. Fintje Wondal, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Brebes yang telah membantu terselenggaranya perayaan Natal dengan lancar dan khidmat.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi keluarga di era modern, sehingga tema Natal tahun ini dinilai sangat relevan.
“Banyak keluarga saat ini menghadapi berbagai persoalan sosial. Melalui peristiwa kelahiran Yesus Kristus, kita diajak untuk memulihkan kembali peran keluarga agar menjadi sumber kasih dan berkat bagi lingkungan sekitarnya,” ungkap Pdt. Fintje.
Lebih lanjut, ia mengajak umat Kristiani di Brebes untuk terus mengamalkan nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari, dengan sikap saling menghormati, rendah hati, serta aktif berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Kami berharap umat Kristiani senantiasa bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat luas demi mewujudkan Kabupaten Brebes yang rukun, maju, dan sejahtera,” tuturnya.
Perayaan Ibadah Natal ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian bangsa Indonesia serta harapan akan kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Brebes sepanjang tahun 2026.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Brebes, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua FKKB, Ketua Persatuan Batak Bersatu, Pelaksana Tugas Kepala Kesbangpol, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes, serta para pendeta dan pimpinan gereja se-Kabupaten Brebes. (wb)






