BANJARNEGARA, Kabarjateng.id — Upaya pencarian dan penyelamatan korban bencana tanah longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Memasuki hari keempat sejak kejadian pada Minggu, 16 November 2025, satu korban kembali ditemukan setelah proses pencarian panjang di sektor A.2.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tertimbun material longsor sedalam sekitar dua meter.
Titik ditemukannya korban teridentifikasi setelah anjing pelacak K-9 Basarnas Semarang bernama Citeng menangkap bau yang mengarah pada keberadaan korban. Setelah itu, tim langsung memusatkan penggalian di lokasi tersebut.
Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa personel gabungan mengerahkan berbagai peralatan untuk mempercepat operasi.
“Tiga anjing pelacak dan enam unit excavator dikerahkan hari ini. Alhamdulillah, korban atas nama Ibu Tuwi, usia 50 tahun, berhasil ditemukan pada pukul 13.52 WIB,” ujarnya.
Meski demikian, proses pencarian di sektor A.2 menghadapi tantangan berat. Kondisi tanah yang masih gembur membuat excavator beberapa kali terperosok.
Tim SAR harus menambahkan potongan batang pohon sebagai landasan agar alat berat tetap stabil.
Hujan gerimis yang turun saat proses evakuasi juga membuat petugas bekerja ekstra hati-hati guna menghindari longsor susulan.
Setelah enam jam upaya penggalian, korban akhirnya dievakuasi. Operator alat berat bekerja mengikuti arahan Kepala Seksi Operasi Basarnas Semarang agar penggalian tetap presisi dan aman.
Budiono menambahkan bahwa masih ada sejumlah titik di sektor A.2 yang diyakini menyimpan korban lain.
Namun, pencarian pada hari itu harus dihentikan lebih cepat karena hujan deras kembali mengguyur kawasan terdampak.
“Kami berharap cuaca membaik besok sehingga proses pencarian bisa dilanjutkan. Tim tetap siaga dan berkomitmen menemukan seluruh korban,” katanya.
Peristiwa longsor besar di Dukuh Situkung terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Pandanarum pada Minggu siang.
Bencana ini mengakibatkan 26 warga hilang, dua korban meninggal pada hari pertama, serta lebih dari 900 warga harus dievakuasi.
Dengan penemuan korban pada hari keempat, total korban meninggal dunia menjadi tiga orang. Sementara itu, 25 warga lainnya masih dalam proses pencarian.
Daftar Korban yang Belum Ditemukan (25 orang):
- Saminem
- Kaswanto
- Aminah
- Wanto
- Kasno
- Dangseng
- Faiz
- Suwi
- Ny. Tiaryo
- Watri
- Marsiah
- Warjono
- Soliah
- Sugiono
- Maryuni (istri Kaswanto)
- Susanti
- Tunem
- Jonathan
- Raya
- Mistri
- Intan
- Lipah
- Sartini
- Tarni Suparyo
- Esiah
Korban Meninggal Dunia (3 orang):
- Luwih (P)
- Darti (P)
- Tuwi (P).







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.