BANJARNEGARA, Kabarjateng.id – Pagi itu, kabut tipis masih menggantung di lereng-lereng perbukitan Pandanarum. Namun suasana hening berubah menjadi penuh dinamika ketika personel Kodim 0704/Banjarnegara bersama BPBD, Basarnas, dan puluhan relawan mulai memasuki area terdampak longsor di Dusun Situkung, tepatnya RT 02, RT 03, dan RT 04, Desa Pandanarum, Senin (17/11/2025).
Deru kendaraan taktis, suara arahan komandan lapangan, dan komunikasi antarpetugas saling bersahutan menandai dimulainya kembali operasi evakuasi.
Kondisi lapangan yang mereka hadapi jauh dari kata mudah. Struktur tanah masih labil, dengan beberapa retakan baru muncul di titik-titik rawan.
Cuaca pun berubah cepat—kadang berkabut, kadang gerimis—menambah tingkat kewaspadaan seluruh personel.
Pada briefing sebelum keberangkatan, Dandim 0704/Banjarnegara menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, mengingat aktivitas pergerakan tanah masih terus berlangsung dan berpotensi memicu longsor susulan.
Operasi ini merupakan bagian dari upaya lanjutan penanganan bencana yang sebelumnya mengguncang kawasan Situkung.
Seluruh unsur terkait berkolaborasi dalam memetakan titik risiko, membuat jalur akses aman menuju lokasi terdampak, serta mempercepat proses pencarian dan evakuasi.
Meski medan berat menghadang, semangat kebersamaan tampak kuat. Relawan dari berbagai organisasi, termasuk warga setempat, turut membantu membawa logistik, menyampaikan informasi perkembangan kondisi lapangan, hingga memberikan petunjuk jalur alternatif yang lebih aman bagi tim penyelamat.
Waktu menjadi faktor penting dalam operasi ini. Pergerakan tanah yang tidak dapat diprediksi membuat setiap fase evakuasi harus dikerjakan dengan cepat namun tetap terukur.
Meski demikian, koordinasi lintas instansi berjalan erat. Komunikasi radio terus aktif, memastikan semua informasi terkini tersampaikan secara cepat.
Di tengah tantangan alam yang sulit ditebak, kerja sama dan sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi ini.
Total 509 personel diterjunkan untuk mendukung percepatan penanganan longsor. Kekuatan tersebut mencakup:
- Kodim 0704/Banjarnegara: 100 personel
- Yonif 406: 30 personel
- Polres Banjarnegara: 50 personel
- BPBD Kabupaten: 20 personel
- Basarnas Semarang: 21 personel
- BPBD Provinsi Jawa Tengah: 10 personel
- MDMC Banjarnegara: 5 personel
- PMI Kabupaten Banjarnegara: 20 personel
- Relawan FPRB: 15 personel
- BKPH Karangkobar: 25 personel
- Banser Kecamatan Pandanarum: 30 personel
- Warga masyarakat: 50 orang
Dukungan tambahan juga datang dari SAR MTA (6 personel), Kokam (23 personel), Dinas Kesehatan (32 personel), BAZNAS (30 personel), RAPI (15 personel), dan ORARI (7 personel).
Seluruh unsur ini bekerja terpadu, menyatukan kemampuan teknis, tenaga, serta solidaritas kemanusiaan untuk memastikan penanganan korban longsor di Pandanarum berjalan secepat dan seaman mungkin. (ajp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.