Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 7 Nov 2025 22:51 WIB

Menteri Nusron: Empat Visi Presiden Prabowo Bertumpu pada Pemanfaatan Tanah dan Tata Ruang yang Berkeadilan


					Menteri Nusron: Empat Visi Presiden Prabowo Bertumpu pada Pemanfaatan Tanah dan Tata Ruang yang Berkeadilan Perbesar

JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan bahwa kebijakan penataan ruang harus menjadi instrumen utama dalam mewujudkan empat visi strategis Presiden Prabowo Subianto.

Keempat visi tersebut mencakup ketahanan pangan, kemandirian energi, industrialisasi nasional, serta penyediaan perumahan rakyat yang layak dan terjangkau. Seluruhnya, kata Nusron, berakar pada pemanfaatan ruang dan tanah yang adil serta berkelanjutan.

“Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa perlindungan terhadap lahan pertanian. Begitu juga dengan ketahanan energi, industrialisasi, hingga penyediaan perumahan rakyat, semuanya membutuhkan ruang yang sama. Karena itu, tata ruang menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan seimbang,” ujar Menteri Nusron dalam acara Sarasehan Hari Tata Ruang Nasional (HANTARU) di Jakarta Selatan, Kamis (6/11/2025).

Ia menambahkan bahwa penataan ruang berperan penting sebagai mekanisme pengendali pembangunan, agar tidak terjadi tumpang tindih kepentingan antar sektor.

Oleh karena itu, seluruh Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di berbagai daerah perlu diselaraskan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Kita harus memastikan arah pembangunan sudah benar sejak perencanaan awal. Jika niat dan konsepnya keliru, maka tata ruangnya juga akan salah. Kesalahan dalam tata ruang mencerminkan kesalahan dalam memahami visi pembangunan itu sendiri,” tegas Nusron.

Sebagai langkah nyata, Kementerian ATR/BPN akan menggandeng pemerintah daerah untuk mempercepat penyusunan dan penetapan 2.000 RDTR dalam dua tahun mendatang.

Dengan adanya sinkronisasi tata ruang yang berpihak pada keadilan dan keseimbangan, pemerintah optimistis arah pembangunan Indonesia akan semakin terarah menuju kedaulatan pangan, kemandirian energi, penguatan industri nasional, serta pemerataan akses hunian bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turut menekankan pentingnya RDTR sebagai fondasi pembangunan kota yang berkarakter dan berkelanjutan.

“RDTR tidak hanya berisi pengaturan zonasi atau pembagian lahan untuk pembangunan, tetapi juga menjadi panduan untuk membentuk wajah kota yang lebih manusiawi, hijau, inklusif, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” ungkapnya.

Turut hadir mendampingi Menteri ATR/Kepala BPN, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Ossy Dermawan, serta sejumlah pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Dalam kegiatan Sarasehan HANTARU 2025 tersebut, Ketua Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) Hendricus Andy Simarmata juga memberikan sambutan yang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan tata ruang yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Tegal Salurkan Bantuan Sembako kepada Pengungsi Tanah Bergerak Desa Padasari

16 Maret 2026 - 03:33 WIB

Polisi Bantu Pemudik Pegawai Kementerian ESDM yang Alami Kendala Kendaraan di Rest Area 275 A Tegal

16 Maret 2026 - 03:26 WIB

Hampers Lebaran Kapolri Diserahkan kepada Ulama di Wilayah Kabupaten Tegal

16 Maret 2026 - 03:21 WIB

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Trending di Jakarta