Menu

Mode Gelap
 

Headline · 1 Nov 2025 16:21 WIB

Sinergi Lintas Sektor Berbuah Hasil, Banjir di Semarang Mulai Surut


					Sinergi Lintas Sektor Berbuah Hasil, Banjir di Semarang Mulai Surut Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Banjir yang sempat melanda wilayah Kaligawe, Kota Semarang, kini berangsur surut. Kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja sama kolaboratif lintas instansi mampu memberikan hasil konkret di lapangan.

Upaya terpadu yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan mengedepankan strategi “keroyokan” antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, TNI, dan masyarakat, mulai menunjukkan hasil positif.

“Banjir di kawasan Kaligawe Semarang hari ini sudah turun sekitar 15 sentimeter. Kita doakan bersama, semoga debit air terus menurun dan wilayah ini segera pulih,” ujar Gubernur Ahmad Luthfi.

Menurutnya, penanganan banjir di Kaligawe tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja komprehensif dan terkoordinasi dari berbagai pihak.

Pemerintah daerah bersama TNI, instansi teknis, dan masyarakat saling bersinergi untuk mengatasi kendala di lapangan.

Salah satu titik fokusnya adalah mengalirkan genangan air dari kawasan Kaligawe menuju Kolam Retensi Temboyo, yang kemudian harus dipompa ke laut agar aliran air benar-benar bersih dari genangan.

“Untuk mendorong air keluar ke laut dibutuhkan banyak pompa berkapasitas besar. Karena itu, kita menambah sekitar 38 unit pompa baru agar penanganannya lebih cepat,” jelas Luthfi.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jateng juga telah membentuk Satuan Tugas Pompanisasi.

Tim ini bertugas memantau seluruh pompa yang beroperasi di berbagai titik banjir di Kota Semarang.

Dengan pengawasan 24 jam, Satgas memastikan setiap mesin pompa bekerja optimal dan segera mendapat perawatan bila mengalami kendala teknis.

“Pompa itu adalah mesin yang harus dijaga dan diawasi terus-menerus. Tidak bisa dibiarkan tanpa pemantauan. Karena itu, Satgas ini berperan penting untuk memastikan seluruh pompa bekerja maksimal,” tegasnya.

Selain upaya teknis, pemerintah juga menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka panjang. Edukasi kepada masyarakat terkait pola curah hujan, kondisi cuaca ekstrem, serta perilaku ramah lingkungan terus digalakkan.

Masyarakat diimbau tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai atau saluran air, karena dapat memperparah genangan.

Pemprov Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten/kota juga terus memperkuat program Mageri Segoro, yaitu penanaman mangrove di sepanjang garis pantai utara Jawa Tengah.

Hingga kini, program tersebut sudah dilaksanakan di 17 kabupaten/kota dengan total panjang garis pantai mencapai 970 kilometer.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pesisir dan mengurangi risiko banjir rob.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, keberhasilan penanganan banjir hanya bisa dicapai bila semua pihak memiliki komitmen yang sama.

“Jika semua bergerak bersama, baik pemerintah, aparat, maupun masyarakat, maka bencana banjir dapat kita atasi dan cegah di masa mendatang,” pungkasnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Berangkat, 325 Bus dan Awak Lulus Pemeriksaan

15 Maret 2026 - 16:43 WIB

Hadapi Arus Mudik 2026, Telkomsel Perkuat Jaringan dan Posko Layanan di Jawa Bali

15 Maret 2026 - 15:12 WIB

Telkomsel mudik 2026, jaringan Telkomsel Lebaran, Telkomsel RAFI 2026, posko Telkomsel mudik, jaringan Telkomsel Jawa Bali, Telkomsel siaga Lebaran, BTS mobile Telkomsel, layanan Telkomsel Ramadan
Trending di Ekonomi & Bisnis