BREBES, Kabarjateng.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes menyelenggarakan kegiatan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Pendopo II Kecamatan Bumiayu, Selasa (30/9/2025).
Kegiatan ini digagas untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kehadiran ayah dalam pola pengasuhan anak serta memperkuat ketahanan keluarga.
Program GATI hadir sebagai upaya menjawab persoalan minimnya keterlibatan ayah dalam keluarga, di mana selama ini peran pengasuhan lebih banyak ditanggung oleh ibu.
Kepala DP3KB Kabupaten Brebes, Drs. Ahmad Ma’mun, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa GATI menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan keluarga yang tangguh dan generasi yang berkualitas.
“Peran ayah sering terlupakan dalam narasi pengasuhan. Melalui GATI, kita ingin menegaskan kembali bahwa kehadiran ayah sangat berpengaruh pada perkembangan anak dan keharmonisan rumah tangga,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab ayah bukan hanya sebatas pencari nafkah, melainkan juga sebagai pendidik, pelindung, dan teladan bagi anak-anak.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun figur ayah yang berkualitas demi terwujudnya ketahanan keluarga.
Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Brebes, Ferri Anggrianto, SE, yang hadir sebagai narasumber. Menurutnya, keluarga adalah pondasi utama pembangunan bangsa.
“Jika keluarga kuat, maka daerah dan bangsa juga akan kuat. Karena itu, peran ayah dalam mendampingi anak dan keluarga harus nyata,” tegasnya.
Selain itu, turut hadir anggota Komisi IV DPRD Brebes, H. Akhmad Ghufron, serta berbagai perwakilan organisasi masyarakat dari Kecamatan Paguyangan, Tonjong, dan Sirampog.
Peserta kegiatan berasal dari kalangan organisasi keagamaan dan kepemudaan, antara lain MWC NU, PCM Muhammadiyah, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, KNPI, Karang Taruna, serta PPDI.
Melalui program GATI, DP3KB Brebes berharap semakin banyak lahir sosok ayah yang tidak hanya berperan sebagai kepala rumah tangga, tetapi juga menjadi panutan, pendamping, sekaligus pelindung keluarga.
Kehadiran ayah yang aktif diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik bagi anak-anak maupun bagi masyarakat secara luas. (wan)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.