Menu

Mode Gelap
 

Headline

Pemprov Jateng Perkuat Sistem Kearsipan sebagai Dasar Kebijakan

badge-check


					Pemprov Jateng Perkuat Sistem Kearsipan sebagai Dasar Kebijakan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memperkuat tata kelola kearsipan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar penyimpanan data lebih tertib dan aman.

Arsip yang dikelola secara baik dinilai penting, karena dapat menjadi rujukan dalam menyusun kebijakan hingga menyelesaikan persoalan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, menegaskan bahwa arsip bukan sekadar dokumen, melainkan sumber informasi yang sangat strategis.

“Data ini sangat vital, karena menjadi pijakan untuk merumuskan kebijakan, mengambil keputusan, maupun menyelesaikan berbagai permasalahan,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan Kearsipan se-Jawa Tengah 2025 di Hotel Front One HK, Kota Semarang, Selasa (16/9/2025).

Ia menambahkan, kearsipan juga berperan penting dalam perencanaan pembangunan daerah.

Untuk itu, Sumarno mendorong agar seluruh lembaga pemerintahan bekerja serius dalam pengelolaan arsip, termasuk melalui digitalisasi dokumen.

“Baik arsip lama maupun produk hukum dan dokumen lainnya, kita terus alihkan ke sistem digital,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga naskah kuno yang memiliki nilai sejarah.

Menurutnya, pengarsipan elektronik menjadi salah satu cara agar dokumen berharga tersebut dapat terjaga sekaligus mudah diakses.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng, Rahmah Nur Hayati, menambahkan bahwa pengelolaan arsip harus sesuai dengan norma, standar, serta prosedur yang telah ditetapkan.

Karena itu, pendampingan terus dilakukan, baik kepada OPD, Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) kabupaten/kota, maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Meski begitu, Rahmah mengakui digitalisasi arsip masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan pengetahuan tenaga arsiparis terkait teknologi, serta kurangnya sarana pendukung.

“Kita perlu memperkuat budaya digital, etika digital, dan mengembangkan talenta digital. Ke depan, kolaborasi dengan pemerintah pusat, daerah, maupun berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa partisipasi publik sangat penting dalam mewujudkan tata kelola arsip yang efektif dan transparan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, tercatat 35 LKD, 41 perwakilan daerah, dan 8 BUMD ikut hadir. Acara itu juga menjadi ajang penghargaan bagi lembaga pengelola arsip terbaik.

Tiga besar penghargaan tahun ini diraih oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas (peringkat pertama), Pemerintah Kota Semarang (peringkat kedua), dan Pemerintah Kabupaten Cilacap (peringkat ketiga). (rs)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Polres Kudus Salurkan 33 Ribu Liter Air Bersih di Desa Glagahwaru

12 September 2026 - 10:14 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Jadi Ruang Kebersamaan Lintas Agama

12 September 2026 - 09:51 WIB

Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2026, Bupati Ngesti Dorong Warga Perkuat Solidaritas

12 September 2026 - 09:42 WIB

17 Gubernur Bakal Hadiri Pembukaan MTQ Nasional di Semarang, Sekda Ajak Warga Sambut Kafilah

12 September 2026 - 09:35 WIB

MTQ Nasional XXXI Jadi Mesin Ekonomi Semarang, Okupansi Hotel Capai 80 Persen

12 September 2026 - 09:28 WIB

Nawal Yasin Dorong Buku Bacaan Hadir di Bus Trans Jateng, Manfaatkan Waktu Perjalanan

12 September 2026 - 09:19 WIB

Trending di KABAR JATENG