SEMARANG, Kabarjateng.id – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah bekerja sama dengan Klinik Hak Kekayaan Intelektual Fakultas Hukum Universitas Diponegoro mengadakan pelatihan mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Quest Hotel Semarang, Minggu (7/9).
Dalam kegiatan tersebut, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda Kanwil Kemenkumham Jateng, Tri Junianto, hadir sebagai pemateri.
Ia memaparkan pentingnya perlindungan sekaligus peluang komersialisasi karya cipta dan inovasi sebagai bagian dari kekayaan intelektual.
Tri menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kemenkumham Jateng dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, akademisi, maupun pelaku usaha terkait peran strategis kekayaan intelektual dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Materi pelatihan mencakup berbagai aspek HKI, antara lain hak cipta, paten, merek dagang, desain industri, rahasia dagang, indikasi geografis, serta perlindungan varietas tanaman.
Para peserta juga diberikan wawasan tentang prinsip-prinsip dasar perlindungan hukum dan cara mengelola kekayaan intelektual sebagai aset ekonomi yang bernilai.
“Kekayaan intelektual tidak hanya sebatas perlindungan hukum atas karya, tetapi juga dapat menjadi motor penggerak perekonomian. Apabila dikelola dengan baik, karya atau inovasi bisa dikomersialisasikan sehingga memberikan keuntungan finansial sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” terang Tri Junianto.
Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Heni Susila Wardoyo, turut memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya pelatihan ini.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa maupun masyarakat semakin sadar bahwa kekayaan intelektual bukan sekadar ide atau inovasi, melainkan aset berharga yang bisa dilindungi, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Pelatihan ini diikuti tidak hanya oleh kalangan akademisi, tetapi juga praktisi dunia usaha dan sektor swasta, sehingga diharapkan mampu memperluas pemahaman sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan kekayaan intelektual di berbagai bidang. (ud)






