Menu

Mode Gelap
 

Headline

Komisi II DPR RI Klaim Seluruh Tenaga Honorer Akan Diangkat Menjadi PPPK

badge-check


					Anggota Komisi II DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (4/6). Foto: riz Perbesar

Anggota Komisi II DPR RI Haeny Relawati Rini Widyastuti saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (4/6). Foto: riz

SEMARANG, Kabarjateng.id – Anggota Komisi II DPR RI, Haeny Relawati Rini Widyastuti, mengungkapkan bahwa sudah ada kebijakan terkait penghapusan tenaga honorer. Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga honorer akan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Artinya, kebijakan-kebijakan tersebut memberikan privilege kepada tenaga honorer yang akan diprioritaskan untuk diangkat menjadi PPPK. Bahkan sekarang batasan usia sudah diabaikan. Jadi, banyak kompromi dari pemerintah dan Komisi II untuk membantu teman-teman honorer. Jika tidak kunjung diangkat, silakan melapor ke Komisi II,” ujarnya di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (5/6).

Saat ditanya mengenai peraturan pemerintah terkait pengangkatan tenaga honorer ke PPPK, ia menyebut bahwa kebijakan dan arahan kepada seluruh pemerintah daerah sudah diberikan oleh Kementerian PAN-RB. Kementerian tersebut meminta pemerintah daerah (pemda) melakukan pendataan tenaga honorer untuk diangkat menjadi PPPK.

“Insya Allah, Komisi II dan Kementerian PAN-RB sepakat untuk tidak ada lagi honorer yang tidak diangkat. Masing-masing pemerintah daerah tinggal menerapkan kebijakan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK, sehingga nantinya tidak ada lagi pegawai berstatus non-ASN,” ungkap mantan Bupati Tuban tersebut.

Ia menambahkan bahwa November 2024 seharusnya merupakan batas akhir keberadaan pegawai non-ASN atau honorer di seluruh instansi pemerintah. Namun, sesuai amanat UU Nomor 20 Tahun 2023, penataan non-ASN harus selesai akhir 2024.

“Sudah ada kebijakan yang mulai dijalankan. Seharusnya November 2023 menjadi batas akhir, dan sekarang sudah 2024. Intinya, upaya mendorong pemda untuk melakukan pengangkatan tenaga honorer menjadi aparatur sipil negara (ASN) terus kami lakukan,” imbuhnya.

Menurut Haeny, dalam upaya meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah, masih ada sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya adalah tingkat kemiskinan Jawa Tengah yang masih tinggi, yaitu 10,77 persen. Sementara angka pengangguran terbuka telah mengalami penurunan hampir 1 persen.

“Ini menjadi perhatian kami. Kami harus bahu-membahu. Selama turun ke lapangan, kami selalu berkoordinasi secara internal. Insya Allah, jika kebijakan ini diumumkan, kami yakin kemiskinan akan menurun. Pengangguran juga akan berkurang secara signifikan,” tambahnya. (riz)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mahasiswa di Semarang Diduga Gelapkan Puluhan Motor Rental, Polisi Sita 23 Unit Kendaraan

8 Juni 2026 - 22:13 WIB

Pegadaian Tanam 1.000 Mangrove dan 500 Urban Farming di Tegal, Dorong Kota Hijau dan Kendalikan Perubahan Iklim

6 Juni 2026 - 17:12 WIB

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menyalurkan 1.000 tanaman mangrove dan 500 tanaman urban farming di Pantai Kodok, Kota Tegal.

Tim Gegana Amankan Granat Nanas Temuan Petani di Tegal

5 Juni 2026 - 11:47 WIB

Penuh Haru, SMPN 2 Dukuhwaru Lepas 219 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

4 Juni 2026 - 06:59 WIB

Polda Jateng Ungkap 61 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Mei 2026, 105 Pelaku Berhasil Diamankan

30 Mei 2026 - 07:47 WIB

Polisi Kudus Tangkap Penyebar Hoaks Pocong yang Viral di Medsos

24 Mei 2026 - 21:16 WIB

Trending di Headline